Ditapis dengan |
Ditemukan 4 dari pencarian Anda melalui kata kunci: author=Suryaningsih, SSiT, M.K... # Debug Box/home/vendor_perpus/opacpolkesbaya/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:692 "Search Engine Debug 🔎 🪲" Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine" SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, mg.gmd_name as `gmd`, GROUP_CONCAT(DISTINCT ma.author_name SEPARATOR " - ") AS author, GROUP_CONCAT(DISTINCT mt.topic SEPARATOR ", ") AS topic, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?)) group by b.biblio_id order by b.last_update desc limit 10 offset 0" ] Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%Suryaningsih, SSiT, M.Keb%" ] ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA KEHAMILAN DENGAN RISIKO TINGGI JARAK KURA…Asuhan berkelanjutan (continuity of care) pada kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, neonatus sampai pelayanan kontrasepsi sesuai standart pelayanan. Pendampingan pada Ny.S G3P20002 usia kehamilan 31-32 minggu janin tunggal, hidup, intrauterine, letak kepala dengan risiko tinggi jarak kehamilan <2 tahun di PMB Bidan “S” wilayah kerja Puskesmas Bangkalan.
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA NY. N G2P00010 USIA KEHAMILAN 37-38 MING…Kehamilan merupakan suatu hal yang fisiologis, namun jika tidak dikelola dengan baik akan menjadi patologis. Kehamilan ini diharapkan dapat berjalan secara fisiologis agar tidak membahayakan kesehatan ibu maupun janin. Untuk itu dibutuhkan upaya pengawasan dan perawatan secara berkesinambungan yang diberikan pada wanita hamil hingga masa nifas termasuk pelayanan kontrasepsi. Tujuan dilakukan as…
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA NY. H G2P10001 DENGAN ANEMIA RINGAN SAMPA…Kehamilan dengan anemia adalah kehamilan dengan resiko tinggi yang bisa berdampak pada ibu seperti perdarahan, persalinan lama, infeksi sedangkan pada janin bisa terjadi BBLR, kematian perinatal, sehingga perlu diberikan asuhan kebidanan berkelanjutan untuk mencegah adanya kompikasi yang bisa terjadi pada masa kehamilan persalinan dan nifas.
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA KEHAMILAN DENGAN RESIKO TINGGI UMUR > 35 …Paritas dan usia ibu > 35 tahun pada kehamilan dapat menjadi salah satu faktor resiko yang dapat menimbulkan kejadian patologis. Penting bagi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilannya agar dapat mendeteksi faktor faktor risiko yang terjadi. Sehingga perlu dilakukan pemantauan berkala yaitu dengan asuhan berkelanjutan atau continuity of care yang dilakukan mulai dari kehamilan, persali…
|