Ditapis dengan |
Ditemukan 5 dari pencarian Anda melalui kata kunci: author=Sriwayanti, S.SiT., M.P... # Debug Box/home/vendor_perpus/opacpolkesbaya/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:692 "Search Engine Debug 🔎 🪲" Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine" SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, mg.gmd_name as `gmd`, GROUP_CONCAT(DISTINCT ma.author_name SEPARATOR " - ") AS author, GROUP_CONCAT(DISTINCT mt.topic SEPARATOR ", ") AS topic, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?)) group by b.biblio_id order by b.last_update desc limit 10 offset 0" ] Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%Sriwayanti, S.SiT., M.PH%" ] ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA USIA KEHAMILAN 38-39 MINGGU, PERSALINAN, …Kehailan merupakan hal yang fisiologis tetapi tidak menutup kemungkinan menjadi patologis karena adanya factor resiko. Kehamilan factor resiko adalah suatu proses kehamilan yang mempunyai risiko komplikasi pada ibu dan bayinya. Salah satunya adalah anemia ringan yaitu ibu dengan kehamilan yang kadar Hb kurang dari batas normal yaitu 11 gr/dl. Tujuan asuhan kebidanan adalah untuk mencegah adanya…
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA KEHAMILAN, PERSALINAN, NIFAS, NEONAT…Kehamilan risiko tinggi usia ≥35 tahun merupakan kehamilan ibu hamil risiko tinggi, pada usia ini mudah terjadi penyakit pada ibu karena organ kandungan yang menua, serta jalan lahir yang sudah tidak lentur lagi atau kaku. Kehamilan pada usia ≥35 tahun bisa berdampak buruk pada ibu maupun janin, sehingga perlu diberikan asuhan kebidanan berkelanjutan untuk mencegah adanya kompikasi yang bis…
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA KEHAMILAN PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III , PE…Proses kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus merupakan rangkaian yang alamiah. Sehingga membutuhkan upaya pengawasan dan perawatan secara berkelanjutan (continuity of care) yang diberikan pada ibu hamil hingga masa nifas termasuk pelayanan kontrasepsi. Asuhan yang dilakukan pada Ny.“C”G1P0A0 usia kehamilan 37-38 minggu dari masa kehamilan Trimester III sampai pelayanan kon…
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA KEHAMILAN, PERSALINAN, NIFAS, NEONATUS, S…Kehamilan risiko tinggi adalah suatu kehamilan yang memiliki risiko lebih besar dari biasanya (baik bagi ibu maupun bayinya), akan terjadi penyakit atau kematian sebelum maupun sesudah persalinan. Yang termasuk dalam risiko tinggi yaitu 7 terlalu (terlalu muda, terlalu tua, terlalu lambat hamil setelah menikah ≥ 4 tahun, terlalu lama punya anak lagi, terlalu cepat punya anak lagi, terlalu ban…
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN dengan KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA KEHAMILAN…Kehamilan dengan kekurangan energi kronik adalah keadaan dimana seorang mengalami kekurangan nutrisi, ibu hamil dikatakan menderita resiko KEK apabila LILA kurang dari 23,5 cm. Ibu dengan kekurangan energi kronik bisa berdampak pada ibu maupun janinnya sehingga perlu diberikan asuhan kebidanan berkelanjutan untuk mencegah adanya kompikasi yang bisa terjadi pada masa kehamilan persalinan dan nifas.
|