Ditapis dengan |
Ditemukan 896 dari pencarian Anda melalui kata kunci: subject="makan" Penurunan Kadar Timbal Pada Kerang Darah (Anadara granosa) Dalam Rebusan Laru…Kerang darah merupakan makanan laut yang banyak digemari masyarakat, akan tetapi kerang banyak dijadikan sebagai indikator pencemaran pada air khususnya logam berat. Dengan ditemukannya kandungan logam berat Timbal (Pb) pada kerang darah yang melebihi baku mutu maka dari itu diperlukan perlakuan untuk meminimalisir masuknya logam berat pada kerang ke tubuh manusia. Jeruk purut merupakan tumbuha…
Perilaku Penjamah Makanan pada Warung Makan di Sekitar RSUD Kabupaten Jombang…
Pengaruh Formulasi Tepung Tapioka Dan Daging Lidah Buaya Sebagai Pengganti Bl…Penambahan formulasi tepung tapioka dan lidah buaya dapat menggantikan boraks untuk memperbaiki kualitas fisik dari kerupuk puli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh formulasi tepung tapioka dan daging lidah buaya sebagai pengganti bleng (boraks) terhadap kualitas fisik kerupuk puli. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental One Group Postest Design dengan penambah…
Perilaku Pedagang Dalam Penerapan Personal Hygiene Dan Kualitas Bakteriologis…Makanan jajanan merupakan produk pengolahan makanan yang banyak dijumpai disekitar lingkungan. Tidak hanya harganya yang murah makanan jajanan memiliki cita rasa yang enak dan cocok dengan selera masyarakat. Umumnya makanan jajanan diolah secara tradisional dan kurang memperhatikan keamanan pangan oleh pengolah sehingga berpontesi akan terjadinya kontaminasi fisik, kimia maupun bakteriologi. S…
Kualitas Bakteriologis Peralatan Makan Pada PKL Di Wilayah Kerja Puskesmas Mo…Makanan dapat menjadi penyebab terjadinya gangguan dalam tubuh. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memelihara kesehatan tubuh, yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan tentu aman. Umumnya Pedagang Kaki Lima pinggir jalan menyediakan satu ember air, spoon, dan sabun untuk digunakan sebagai pencucian peralatan makan. Tujuan Penelitian ini adalah Mengetahui Angka Kuman pada Pedagang Ka…
Analisis SWOT Pengolahan Makanan Pada Katering Di Kecamatan Simokerto Surabay…Jasaboga dalam menghasilkan makanan harus memperhatikan kualitas makanan untuk meningkatkan kualitas makanan perlu pengolahan makanan yang sesuai dengan persyaratan higiene sanitasi makanan. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah Menilai penerapan pengolahan makanan terhadap katering di Kecamatan Simokerto dimana komponen dari pengolahan makanan seperti tempat pengolahan makanan, cara pengo…
Faktor risiko cuci tangan setelah buang air besar dan sebelum makan dengan ke…Demam berdarah tifoid ditularkan secara fekal-oral dan erat hubungannya dengan higiene perorangan, seperti : kebiasaan untuk mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air besar (BAB). Penelitian ini bertujuan menganalisis risikomencuci tangan setelah BAB dan sebelum makan dengan kejadian demam tifoid di wilayah kerja Puskesmas Trowulan Kabupaten Mojokerto Tahun 2018. Penelitian ini termas…
Kemampuan Biofilter Aerob Media Kaldness Sebagai Pengolahan Limbah Cair Rumah…Limbah cair rumah makan adalah limbah yang berasal dari kegiatan operasional suatu rumah makan sebagaian besar belum diolah, namun dibuang langsung ke badan air penerima. Penelitian ini bertujuan untuk penurunan BOD (Biogeochemical Oxygen), COD(Chemical Oxygen Demand), TSS(Total Suspended Solid) dalam limbah cair rumah makan dengan pengolahan biofilter aerob menggunakan media kaldness. Jenis…
Faktor yang berkaitan dengan kualitas makanan / minuman jajan di kantin SMKN …Makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan dan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual lagi bagi umum. Untuk melindungi konsumen dari bahaya yang ditimbulkan oleh makanan / minuman jajanan yang berbahaya perlu diperhatikan faktor – faktor yang berkaitan dengan kualitas makanan / minuman jajanan tersebut. Penelitian ini ber…
Pengetahuan siswa SD tentang cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah peny…Latar Belakang Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) warga Indonesia sudah semakin membaik, dimana CTPS dilakukan pada tahun 2007 mencapai 23,2% dan tahun 2012 CTPS menjadi 49,5%. Berdasarkan data Environmental Health Risk Assessment (EHRA) di 56 Kabupaten/ Kota, yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bahwa CTPS setelah BAB 68,4%, CTPS setelah menceboki anak 38,7%,…
|