KTI
Asuhan keperawatan pada klien Post-ORIF ekstremitas bawah dengan masalah keperawatan Perfusi Perifer tidak efektif dengan Intervensi Elevasi 20⁰ di ruang flamboyan RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Fraktur ekstremitas bawah pasca tindakan Open Reduction Internal Fixation (ORIF) dapat menyebabkan perfusi perifer tidak efektif. Penelitian ini bertujuan melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien post ORIF dengan masalah perfusi perifer tidak efektif melalui intervensi elevasi ekstremitas bawah 20°. Metode penelitian menggunakan desain studi kasus pada dua klien post ORIF fraktur ekstremitas bawah menggunakan proses keperawatan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Intervensi keperawatan utama berupa elevasi ekstremitas bawah 20° yang dilakukan selama 30 menit setiap sesi, dengan frekuensi 1 kali sehari selama\\r\\n5 hari berturut-turut, disertai pemantauan kondisi perfusi perifer. Hasil menunjukkan adanya perbaikan perfusi perifer pada kedua klien. Klien 1 mengalami perbaikan CRT dari 4 detik menjadi 2 detik dan kekuatan nadi dorsalis pedis dari 1+ menjadi 2+, sehingga masalah perfusi perifer dinyatakan teratasi dalam 5 hari perawatan. Klien 2 mengalami perbaikan CRT dari 5 detik menjadi 3 detik, edema berkurang, dan kekuatan nadi perifer meningkat menjadi 2+ setelah dilakukan intervensi selama 5 hari, namun masalah perfusi perifer belum teratasi secara optimal karena masih ditemukan edema ringan saat klien dipulangkan. Intervensi elevasi ekstremitas bawah 20° membantu memperbaiki perfusi perifer pada pasien post ORIF ekstremitas bawah.\\r\\nKata kunci: perfusi perifer tidak efektif, ORIF, elevasi ekstremitas 20° Daftar Bacaan : 17 Buku + 83 Jurnal
Tidak tersedia versi lain