Text
Laporan Tugas Akhir Double Surface Phototherapy
ABSTRAK
Fototerapi merupakan salah satu metode terapi untuk mengobati penyakit kuning atau hiperbilirubin. Tingkat keefektifan fototerapi bergantung pada tiga faktor yaitu spektrum cahaya, energi output cahaya, dan area permukaan bayi yang tersinari fototerapi. ‘Double Surface Phototherapy’ merupakan salah satu alat fototerapi yang memiliki keunggulan yaitu dengan penyinaran dari dua sisi, permukaan atas dan bawah bayi. Sehingga area permukaan yang tersinari cahaya akan semakin luas.
Spectrum cahaya didapat dari 3 buah lampu bluelight, 2 atas dan 1 bawah dengan spesifikasi panjang gelombang 400-550 nm dengan jarak penyinaran 6 cm dari bawah permukaan tubuh bayi dan 45 cm dari permukaan atas tubuh bayi. Alat ini memiliki empat pemilihan waktu terapi yaitu 6 jam, 12 jam, 18 jam, dan 24 jam yang dipilih melalui tombol up dan down.
‘Double Surface Phototherapy Unit’ ini menggunakan alat ukur stopwatch untuk mengetahui keakuratan waktu penyinaran. Nilai error yang didapat dari pengukuran pewaktu adalah sebesar 0,0185% pada 6 jam, 0,0004% pada 12 jam, 0,0021% pada 18 jam, and 0,0006% pada 24 jam. Berdasarkan data hasil pengukuran dapat disimpulkan bahwa alat ‘Double Surface Phototherapy’ ini dapat digunakan.
Kata Kunci : Bluelight, Fototerapi, Hiperbilirubin.
Tidak tersedia versi lain