Text
Hubungan Perilaku Penjamah Dengan Kualitas Mikrobiologi Air Olahan Depot Air Minum Kota Mojokerto Tahun 2019
Air minum merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan makhluk hidup, tak terkecuali manusia. Masyarakat perkotaan, cenderung mengkonsumsi air dalam kemasan dan depot air minum. Air minum yang tidak memenuhi syarat kualitas mikribiologi, beresiko menimbulkan gangguan kesehatan. Faktor yang mempengaruhi terjadinya penurunan kualitas air olahan Depot Air Minum (DAM) adalah kurangnya pelaksanaan Higiene sanitasi DAM, diantaranya penjamah melakukan tindakan yang tidak higienis pada saat mengolah air minum. Faktor perilaku merupakan faktor kedua terbesar setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu dan kelompok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku penjamah dengan kualitas mikrobiologi air olahan DAM di Kota mojokerto, yang meliputi tingkat pengetahuan penjamah, aspek sikap dan tindakan penjamah DAM.
Penelitian ini merupakan penelitian obsevasional dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, pemeriksaan laboratorium. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 87 DAM dan jumlah sampel sebanyak 47 DAM. Data yang diperoleh selanjutnya dianalsis secara analitik menggunakan uji chi square pada program computer.
Hasil penelitian pada kualitas mikribiologi air olahan DAM sebanyak 53,2% DAM tidak memenuhi syarat dan sisanya memenuhi syarat. Hasil observasi dan wawancara perilaku penjamah 97,9 % penjamah dengan kriteria perilaku baik. Dari hasil uji chisquare p = 0,281 (p>0,05), yang artinya tidak ada hubungan antara perilaku penjamah dengan kualitas mikrobiologi air olahan DAM
Disarankan pengelola DAM memeriksakan secara berkala air baku maupun air produksi, harus memiliki akses fasilitas sanitasi seperti tempat cuci tangan dan sabun, kamar mandi atau toilet.
Tidak tersedia versi lain