Text
Pengaruh Air Perasan Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) Terhadap Kematian Larva Nyamuk Culex sp Tahun 2019
Nyamuk merupakan vektor penyakit. Salah satu penyakit dengan hospes perantara nyamuk yaitu penyakit filariasis dengan hospes perantaranya yaitu nyamuk Culex sp sebagai vektor. Pengendalian vektor merupakan upaya untuk menekan tingginya angka kejadian filariasis. Dapat dilakukan dengan cara pemberantasan larva (larvasida). Larvasida yang paling umum dipakai adalah temephos. Penggunaan larvasida dalam jangka tertentu akan menimbulkan pencemaran lingkungan dan resistensi vektor. Alternatif untuk mengurangi dampak negatif tersebut adalah dengan menggunakan biolarvasida yang berasal dari tanaman, seperti buah mengkudu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air perasan buah mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap kematian larva nyamuk Culex sp.
Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni dengan rancangan post test only control group design dengan konsentrasi 0%, 0.30%, 0.35%, 0.40% dan 0.40% dengan 5 kali pengulangan. Sampel yang digunakan adalah 625 ekor larva Culex sp instar III. Setelah semua data diolah yang didapatkan dari jumlah larva nyamuk Culex sp instar III yang mati, selanjutnya dilakukan analisis data secara analitik dengan uji ANOVA (One Way Anova) dan uji probit menggunakan aplikasi SPSS versi 16.
Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh air perasan buah mengkudu terhadap kematian larva Culex sp dengan p=0,000 (p<0,05). Air perasan buah mengkudu mampu membunuh larva Culex sp dengan LC50 sebesar 0,271%.
Disimpulkan bahwa air perasan buah mengkudu (Morinda Citrifolia) efektif dalam membunuh larva nyamuk Culex sp. Disarankan bahwa pemerintah ataupun masyarakat dapat memanfaatkan air perasan buah mengkudu dalam membunuh larva nyamuk Culex sp, sebagai biolarvasida yang mudah diaplikasikan serta ramah lingkungan.
Tidak tersedia versi lain