Text
Hubungan Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian Penyakit ISPA Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Perak Timur Tahun 2019
ISPA adalah infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang pernapasan bagian atas dan bawah.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian ISPA Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Perak Timur Surabaya.
Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan case control. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi menggunakan lembar kuisioner. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 98 balita dan sampel sebanyak 29 balita kontrol dan 29 balita kasus. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara analitik menggunakan uji chi-square.
Hasil penelitian variabel yang memenuhi syarat untuk ventilasi sebanyak 9 rumah (31%) kelompok kasus dan 24 rumah (82,8%) kelompok kontrol, kepadatan hunian sebanyak 4 rumah (13,8%) kelompok kasus dan 0 (0%) rumah kelompok kontrol, pencahayaan sebanyak 8 rumah (27,6%) kelompok kasus dan 23 rumah (79,3%) kelompok kontrol, kelembaban sebanyak 16 rumah (55,2%) kelompok kasus dan 9 rumah (31%) kontrol, suhu sebanyak 3 rumah (10,3%) kelompok kasus dan 9 rumah (31%) kelompok kontrol, kondisi lantai sebanyak 27 rumah (31%) kelompok kasus dan 100 rumah (100%) kelompok kontrol. Ada hubungan antara ventilasi, dan pencahayaan terhadap kejadian ISPA balita di Wilayah Kerja Puskesmas Perak Timur Surabaya. Tetapi, tidak ada hubungan antara kepadatan hunian, kelembaban, suhu dan kondisi lantai dengan kejadian penyakit ISPA balita di Wilayah Kerja Puskesmas Perak Timur Surabaya.
Disarankan agar Puskesmas Perak Timur memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang perilaku membuka jendela di waktu pagi hari, menambah genteng kaca untuk rumah yang sudah memiliki genteng kaca atau memasang genteng kaca untuk rumah yang belum memilki genteng kaca.
Tidak tersedia versi lain