Text
Pengaruh Formulasi Tepung Tapioka Dan Daging Lidah Buaya Sebagai Pengganti Bleng (Boraks) Terhadap Kualitas Fisik Kerupuk Puli Tahun 2019
Penambahan formulasi tepung tapioka dan lidah buaya dapat menggantikan boraks untuk memperbaiki kualitas fisik dari kerupuk puli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh formulasi tepung tapioka dan daging lidah buaya sebagai pengganti bleng (boraks) terhadap kualitas fisik kerupuk puli.
Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental One Group Postest Design dengan penambahan tepung tapioka dan daging lidah buaya pada pembuatan kerupuk puli menggunakan formulasi A 1:3, B 2:2, C 3:3, serta D 4:0. Parameter yang diujikan yaitu kadar air dan organoleptik meliputi kenampakan, aroma, warna serta tekstur dari kerupuk puli mentah dan dianalisis dengan uji One Way ANOVA (α = 5%) atau Kruskal Wallis H jika data tidak berdistribusi normal.
Hasil uji kadar air pada seluruh formulasi kerupuk puli mentah memenuhi persyaratan menurut SNI 01-4307-1996 karena menunjukkan kurang dari 12% dimana kadar air terendah diperoleh kerupuk puli mentah formulasi D sebesar 3,31%. Hasil rata-rata penilaian organoleptik tertinggi berdasarkan kenampakan dan warna adalah kerupuk puli dengan formulasi A (nilai 5), sedangkan untuk aroma (nilai 5) dan tekstur (nilai 4) adalah kerupuk puli mentah dengan formulasi D.
Formulasi tepung tapioka dan daging lidah buaya berpengaruh terhadap kualitas fisik kerupuk puli mentah. Masyarakat diharapkan dapat mengganti penggunaan bleng (boraks) dengan formulasi tepung tapioka dan lidah buaya.Selain itu, perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai masa simpan kerupuk puli dengan formulasi tepung tapioka dan daging lidah buaya serta penggunaan bahan alami lain untuk menggantikan boraks pada pembuatan kerupuk puli.
Tidak tersedia versi lain