Text
Analisis Faktor Pengaruh Kadar Debu Di Terminal Purabaya Surabaya Tahun 2019
Tingginya tingkat pencemaran udara di Kota Surabaya disebabkan oleh tingginya volume keberangkatan di Terminal Bungurasih. Pencemaran udara adalah masuknya zat, energi, komponen lain ke dalam udara oleh kegiatan manusia, mutu udara ambien turun ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak memenuhi fungsinya (PPRI 1999). Partikel pencemar: debu, timbal (Pb), partikel debu karet, partikel asbes. Pencemar gas: karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), dan nitrogen dioksida (NO2).
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan waktu cross sectional, teknik random sampling di 1 lokasi dengan 2 titik pengambilan sampel sebanyak 3 kali dalam 1 hari.
Hasil penelitian yaitu terdapat perbedaan pada kadar debu, kadar debu tertingi terdapat pada pintu masuk jembatan penumpang turun, dengan hasil 2,0171mg/m3, rata-rata lalu lintas harian yaitu 354kend/jam. Kadar debu tidak memenuhi baku mutu udara ambien. Hasil suhu rata-rata sebesar 33,70C, kelembaban 55%, kecepatan angin 1,57m/dtik. Kadar debu yang berbeda diperoleh karena pada sore hari banyak moda transportasi yang tidak layak pakai digunakan, dimana moda transportasi tersebut mengeluarkan banyak emisi.
Kesimpulan penelitian yaitu faktor pengaruh kadar debu, banyaknya moda transportasi yang masuk, dan beberapa moda transportasi yang tidak layak pakai dapat menimbulkan berbagai emisi gas buang. Selain itu, jalan paving yang dilalui moda transportasi dapat menimbulkan tekanan sehingga debu ikut beterbangan. Suhu rata-rata pintu masuk sebesar 33,7°C, kelembaban pada hari ke-1 yaitu sebesar 55% dan 57% . Hasil rata-rata kecepatan angin sebesar 1,57m⁄dtik dan arah angin ke utara. Saran yang diberikan adalah pemantauan udara ambien secara berkala, sehingga pencemaran udara dapat dicegah dan diminimalisir.
Tidak tersedia versi lain