Text
Pengaruh Intensitas Kebisingan Terhadap Kelelahan Kerja Pada Tenaga Kerja (Studi Pada Area Fabrikasi PT. Bangun Sarana Baja Gresik Tahun 2019)
PT. Bangun Sarana Baja Gresik adalah perusahaan yang bergerak di bidang fabrikasi baja konstruksi. Pada proses fabrikasi baja ditemukan sumber bising yang terletak pada proses pemberian tanda (marking), proses pembuatan lubang pada benda (drilling), pengelasan (welding), dan finishing. Tenaga kerja yang terlalu lama terpapar bising akan mengalami gangguan non auditory berupa kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas kebisingan terhadap kelelahan kerja di area fabrikasi PT. Bangun Sarana Baja Gresik.
Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan Cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah 36 tenaga kerja yang berada di area fabrikasi workshop atas 4 dan 5. Data primer diperoleh melalui observasi, pengukuran intensitas kebisingan, perhitungan Indeks Masa Tubuh (IMT), wawancara, dan pengisian kuisioner. Data sekunder meliputi data umum perusahaan dan jumlah tenaga kerja. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara analitik dengan uji statistik korelasi spearman menggunakan aplikasi SPSS versi 16.
Hasil penelitian sebagian besar tenaga kerja area fabrikasi workshop atas 4 dan 5 PT. Bangun Sarana Baja Gresik mengalami kelelahan kelelahan sedang (52,8%). Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji stastistik korelasi spearman menggunakan aplikasi SPSS versi 16 diperoleh nilai P=0,000 (P<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa intensitas kebisingan berpengaruh terhadap kelelahan kerja pada tenaga kerja di area fabrikasi PT. Bangun Sarana Baja Gresik Tahun 2019. Variabel yang berhubungan dengan kelelahan kerja adalah usia (P=0,000), IMT (P=0,000) masa kerja (P=0,013) dan penggunaan APT (P=0,000). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah variabel waktu kerja (P=0,163).
Perusahaan disarankan mengadakan penyuluhan terkait kelelahan dan bahaya kebisingan di tempat kerja, serta melakukan pengawasan penggunaan alat pelindung telinga (APT). Tenaga kerja disarankan untuk mematuhi semua peraturan yang telah ditetapkan perusahaan, khususnya penggunaan alat pelindung telinga.
Tidak tersedia versi lain