Text
Potensi Ekstrak Daun Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Sebagai Biolarvasida Nyamuk Culex sp Tahun 2019
Salah satu strategi menanggulangi kasus filariasis adalah dengan cara mematikan vektor yaitu dengan mematikan larva nyamuk Culex sp, dan biasanya menggunakan larvasida sintetik. Penggunaan bahan kimiawi sebagai larvasida dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan resistensi pada larva dan pencemaran lingkungan. Daun tembakau (Nicotiana tabacum L) dapat menyebabkan kematian pada larva karena mengandung nikotin dan minyak atsiri, serta bersifat aman terhadap hewan dan bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun tembakau (Nicotiana tabacum L) sebagai biolarvasida.
Metode penelitian adalah eksperimental, dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah post test only control group design. Sampel berupa larva nyamuk Culex sp instar III. Penelitian menggunakan 5 perlakuan dengan jumlah larvas uji sebanyak 20 ekor. Konsentrasi daun tembakau (Nicotiana tabacum L) yaitu 0% (kontrol) ; 0,003% ; 0,006% ; 0,012% ; 0,025% dengan 5 kali pengulangan. Analisis data dilakukan secara analitik menggunakan uji Probit dan uji beda (One Way Anova).
Hasil uji menunjukkan Ekstrak daun tembakau (Nicotiana tabacum L.) berpotensi sebagai biolarvasida dan memilki angka kematian pada konsentrasi 0% (kontrol) ; 0,003% ; 0,006% ; 0,012% dan 0,025% sebesar 0% ; 40% ; 76% ; 99,5% dan 100%. Uji probit menunjukkan nilai LC98 konsentrasi sebesar 0,022%. Uji beda menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan ekstrak daun tembakau (Nicotiana tabacum L.) terhadap kematian larva nyamuk Culex sp (α < 0,05).
Saran yang dapat diberikan adalah agar daun tembakau (Nicotiana tabacum L) dapat dimanfaatkan sebagai biolarvasida dan dijadikan sebagai alternatif selain penggunaan larvasida kimia serta diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai Lethal Time yang dibutuhkan untuk membunuh larva Culex sp.
Tidak tersedia versi lain