Text
Penurunan Kadar Besi (II) Pada Air Menggunakan Ampas Daun Teh Diaktivasi Tahun 2019
Produksi daun teh kering dan konsumsi teh di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kondisi ini berbanding lurus dengan ampas daun teh yang dihasilkan. Ampas daun teh mengandung selulosa sebesar 37% yang dapat menjerap logam berat pada air tercemar. Logam besi (II) sering ditemukan dalam konsentrasi tinggi pada air tanah, sehingga perlu dilakukan proses pengolahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penurunan kadar besi (II) dalam air menggunakan ampas daun teh diaktivasi.
Jenis penelitian ini adalah true experiment dengan pretest-posttest controlled group design. Ampas daun teh ukuran 80 mesh diaktivasi dengan HCl 0,1 N selama 36 jam. Metode dilakukan dengan sistem batch pada larutan besi buatan konsentrasi awal 9,85 mg/L, massa adsorben 10 gram, pH=7, kecepatan pengadukan 100 rpm, waktu kontak 15 menit, 25 menit, dan 35 menit. Pengukuran kadar besi dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan metode SSA. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analitik (Uji Anova Satu Arah dan Uji LSD).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ampas daun teh diaktivasi dapat menurunkan kadar besi (II) pada air. Hasil uji Anova Satu Arah dan uji LSD diperoleh penurunan rata-rata kadar besi terbesar terjadi pada waktu kontak 35 menit dengan efisiensi adsorpsi sebesar 90,36%.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa ampas daun teh diaktivasi mampu menurunkan kadar besi (II) pada air. Penurunan rata-rata kadar besi terbesar terjadi pada waktu kontak 35 menit. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mencapai efisiensi penurunan kadar besi (II) sebesar 100% serta menemukan upaya mengurangi kekeruhan pada air sampel setelah perlakuan.
Tidak tersedia versi lain