Text
Penurunan Warna, BOD5, Dan COD Menggunakan Metode Elektrokoagulasi Pada Limbah Cair Home Industry Batik Di Sidoarjo Tahun 2019
Home Industry batik menghasilkan limbah cair yang memilki warna yang pekat, menyengat, Biochemical Oxygen Demand ( BOD ), Chemical Oxygen Demand ( COD ) yang melebihi baku mutu. Limbah cair yang dihasilkan tidak diolah namun langsung dibuang di Sungai Jetis. Tidak adanya Pengolahan Limbah Sederhana membuat limbah cair batik yang dibuang melebihi baku mutu yang diizinkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan kadar warna,BOD, dan COD pada limbah cair batik menggunakan elektrokoagulasi
Penelitian ini termasuk dalam eksperimen murni, dengan model penelitian Pretest-Posttest with Control Group Design. Penelitian ini menggunakan variasi kuat arus-waktu kontak masing-masing adalah 5 A, 10 A dan 90 Menit, 45 Menit. Replikasi untuk perlakuan sebanyak 5 kali pengulangan. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil uji laboratorium, dan wawancara pada pemilik Home Industry Batik. Data yang didapat diuji statistik menggunakan uji Anova ( 2 arah ) kemudian dilanjutkan dengan uji Post-Hoc.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan presentase penurunan kadar warna, BOD5 dan COD pada setiap perlakuan. Berdasarkan uji lanjutan Post-Hoc diketahui bahwa variasi kuat arus-waktu kontak yang paling tinggi presentase penurunan kadar warna, BOD5, dan COD adalah 10 A-90 Menit yang mampu menurunkan kadar warna 89,3%, 89,2% kandungan BOD5, dan 95,7% kandungan COD setelah pengolahan.
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi proses elektrokoagulasi karena kandungan BOD5 belum memenuhi baku mutu Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 72 Tahun 2013. Faktor-faktor yang mempengaruhi yang dapat diteliti lebih lanjut antara lain pengaruh suhu, tegangan, pH larutan, tegangan, jenis elektroda, ketebalan plat, dan densitas arus.
Tidak tersedia versi lain