Text
Pengaruh Intensitas Kebisingan Terhadap Tekanan Darah Tenaga Kerja (Studi Pada Ruang Produksi Penggilingan Padi Desa Pakis Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek Tahun 2019)
Penggilingan padi merupakan suatu industri kecil yang dilakukan pada waktu pascapanen dalam penggilingan gabah menjadi beras. Salah satunya terletak di Desa Pakis Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek merupakan sebuah industri rumah tangga yang bergerak dibidang produksi beras. Masalah dari tempat penggilingan padi ini yaitu intensitas kebisingan yang tinggi dihasilkan oleh mesin yang beroperasi sehingga berpergaruh kepada para pekerjanya di area tersebut seperti susah berkomunikasi, kelelahan kerja, peningkatan tekanan darah, dan meningkatnya denyut nadi.
Jenis penelitian ini adalah observasional analitik, menggunakan metode survey dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dan besar sampel berdasarkan jumlah populasi yang memenuhi kriteria dalam penelitian ini berjumlah 25 pekerja, diambil dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data melalui kegiatan observasi, wawancara, dan pengukuran. Analisis data menggunakan aplikasi SPSS 20 memakai uji Chi-Square. Dimana kriteria pengujian H0 diterima bila p > 0.05 dan H0 ditolak bila p < 0.05.
Intensitas kebisingan melebihi nilai ambang batas >85dB(A). Karakteristik yang mempengaruhi tekanan darah secara signifikan adalah umur (p = 0,0027) dan kebiasaan rokok (p = 0,008) dan yang tidak mempengaruhi tekanan darah secara signifikan adalah masa kerja (p = 0,936,) dan status gizi (p = 0,300). Intensitas kebisingan memiliki hubungan secara signifikan dengan tekanan darah (p = 0,009), ditunjukkan dengan rata-rata pekerja termasuk golongan prehipertensi (beresiko hipertensi).
Pekerja diharapkan menggunakan alat pelindung telinga (ear muff dan ear plug) untuk mengurangi resiko paparan kebisingan di lingkungan kerja.
Tidak tersedia versi lain