Text
Perbedaan ketebalan filter arang aktif ampas kopi dalam menurunkan kadar besi (Fe) pada air bersih Tahun 2018
Minuman kopi merupakan minuman yang banyak diminati masyarakat.Tingkat konsumsi minuman kopi yang tinggi berbanding lurus dengan jumlah ampas kopi yang dihasilkan.Ampas kopi merupakan limbah yang jarang dimanfaatkan.Kandungan karbon padaampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan arang aktif. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan berbagai ketebalan filter arang aktif ampas kopi dalam menurunkan kadar besi (Fe) yang merupakan salah satu kontaminan sekunder pada air bersih.
Penelitian yang dilakukan adalah jenis True Experiment dengan desain Pretest-Posttest with Control Group Design.Objek penelitian berupa larutan besi buatan dari garam FeCl3.Pada kelompok perlakuan larutan besi di alirkan dalam filter arang aktif ampas kopi berukuran 40-60 mesh dengan variasi ketebalan 40 cm, 60 cm dan 80 cm. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak dialirkan dalam filter arang aktif dari ampas kopi.
Arang aktif yang dikarbonisasi pada suhu 500oC selama 20 menit dan diaktivasi dengan HCl 0,5 M selama 48 jam, memiliki kadar air (0,21%), kadar abu (0,11%) dan daya serap terhadap iodium (874,80 mg/g). Filter arang aktif ampas kopi dapat menurunkan kadar besi awal dari nilai 8,5 mg/l menjadi 6,02 mg/l pada ketebalan 40 cm (efektifitas penurunan 29,18%); 1,21 mg/l pada ketebalan 60 cm (efektifitas penurunan 85,76%); dan 1,04 mg/l pada ketebalan 80 cm (efektifitas peenurunan 87,76%). Berdasarkan hasil analisa SPSS uji beda dengan metode One Way ANOVA dan uji lanjutan dengan metode Games-Howell didapatkan hasil yaitu filter dengan ketebalan 80cm memberikan pengaruh paling signifikan terhadap rata-rata kadar besi yang dihasilkan.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah mutu arang aktif ampas kopitelah memenuhi SNI No. 06-3730-1995. Seluruh varian ketebalan filter arang aktif mampu menurunkan kadar besi dalam air. Ketebalan filter yang memberikan pengaruh paling besar terhadap rata-rata kadar besi yang dihasilkan yaitu sebesar 80 cm. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dalam rangka pengembangan penelitian seperti penggunaan jenis ampas kopi yang lebih spesifik sebagai bahan pembuatan arang aktif, peningkatan suhu karbonisasi dan konsentrasi aktivator.
Tidak tersedia versi lain