Text
Pengaruh kondisi fisik rumah terhadap penularan TB paru pada anggota keluarga (Studi kasus di wilayah kerja Puskesmas Perak Timur Surabaya Tahun 2018)
Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan lebih sering menginfeksi organ paru-paru dibanding organ tubuh lainnya. Orang sehat yang serumah dengan penderita TB paru merupakan kelompok yang sangat rentan tertular penyakit tersebut. Salah satu faktor kemungkinan yang menjadi risiko terjadinya penyakit TB paru adalah faktor kondisi fisik rumah yang meliputi ventilasi, kepadatan hunian, pencahayaan, kondisi lantai, kelembaban, dan suhu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kondisi fisik rumah terhadap penularan TB paru pada anggota keluarga di wilayah kerja Puskesmas Perak Timur Surabaya.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional study. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan pengukuran kondisi fisik rumah. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 51 rumah penderita TB paru dan besar sampel sebanyak 45 rumah penderita TB paru. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara analitik menggunakan uji Exact Fisher.
Hasil analisis univariat menunjukkan adanya penularan TB paru pada anggota keluarga (17,8%), ventilasi tidak memenuhi syarat (68,9%), pencahayaan tidak memenuhi syarat (75,6%), suhu tidak memenuhi syarat (68,9%), kelembaban tidak memenuhi syarat (35,6%), kondisi lantai tidak memenuhi syarat (2,2%), dan kepadatan hunian tidak memenuhi syarat (68,9%). Hasil analisis bivariat yang menunjukkan adanya pengaruh terhadap penularan TB paru pada anggota keluarga, yaitu suhu (Pvalue = 0,007) dan kelembaban (Pvalue =0,017)
Kesimpulannya suhu dan kelembaban berpengaruh terhadap penularan TB paru pada anggota keluarga; ventilasi, pencahayaan, kondisi lantai, dan kepadatan hunian tidak berpengaruh terhadap penularan TB paru pada anggota keluarga. Disarankan untuk melakukan pendataan dan penyuluhan tentang rumah sehat dan penyakit TB, melakukan pengobatan secara tuntas pada semua penderita TB, serta segera memeriksakan anggota keluarga jika memiliki gejala batuk-batuk lebih dari 2 minggu.
Tidak tersedia versi lain