Text
Perbedaan denyut nadi sebelum dan sesudah terpapar panas (Studi pada tenaga kerja di area Steel Melting Shop PT. Ispat Indo Sidoarjo Tahun 2018)
Lingkungan kerja yang aman dan nyaman dapat dilihat dari faktor fisika lingkungan kerja, yaitu khususnya iklim kerja (tekanan panas). Iklim kerja yang panas dapat berasal dari mesin yang digunakan untuk produksi. Lingkungan kerja yang panas dapat mempengaruhi kesehatan tenaga kerja sehingga dapat menurunkan produktivitas. PT. Ispat Indo merupakan perusahaan baja terbesar kedua di Indonesia dan terbesar keempat di dunia. Secara umum penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan denyut nadi pada tenaga kerja sebelum dan sesudah terpapar panas di Area Steel Melting Shop PT. Ispat Indo Sidoarjo.
Metode penelitian ini menggunakan studi comparative dan berdasarkan waktu pengambilan sampelnya termasuk cross sectional. Besar sampel 34 orang secara purposive. Dianalisis secara analitik dengan Paired T-Test.
Hasil penelitian menunjukkan 2 dari 6 titik pengukuran melebihi Nilai Ambang Batas, yaitu diatas 29 oC dengan beban kerja sedang. Perubahan denyut nadi dipengaruhi karakteristik tenaga kerja antara lain umur, masa kerja, kebiasaan minum, dan kebiasaan merokok. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan denyut nadi sebelum dan sesudah terpapar panas (P ≤ 0,05).
Tenaga kerja disarankan lebih sering mengonsumsi air untuk mengganti cairan tubuh yang hilang dan menghindari dehidrasi.
Tidak tersedia versi lain