Text
Analisis faktor yang mempengaruhi tekanan darah tenaga kerja yang terpapar panas (Studi pada PT. Jatim Taman Steel, Mfg, Taman Sidoarjo Tahun 2017)
Tenaga kerja yang terpapar panas dapat mengalami peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah juga bisa disebabkan oleh karakteristik individu tenaga kerja yaitu usia, masa kerja, status gizi, dan kebiasaan merokok. Penelitian ini bertujuanmempelajari pengaruh faktor yang mempengaruhi tekanan darah tenaga kerja yang terpapar panas.
Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain cross sectional. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi lingkungan kerja, wawancara tenaga kerja, pengukuran tekanan darah (sistolik dan diastolik) sebelum dan sesudah bekerja, dan pengukuran tekanan panas dilakukan dengan metode Indeks Suhu Basah dan Bola (ISBB). Jumlah sampel sebanyak 36 tenaga kerjadiambil secara simple random sampling. Selanjutnya data yang sudah dikumpulkan dianalisisdenganuji wilcoxon signed ranks dan uji kendall’s tau.
Hasil penelitian pada pengukuran tekanan darah menunjukkan 77,8 % tenaga kerja mengalami peningkatan tekanan darah sesudah bekerja dan sebagian besar (91,7%) tenaga kerja yang terpapar tekanan panas > 28oC. Sebagian besar (72,2%) berusia > 40 tahun dengan masa kerja (86,1%) > 5 tahun, dan (58,3%) memiliki status gizi normal, serta (69,4%) memiliki kebiasaan merokok.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh antara tekanan panas, karakteristik individu (usia, masa kerja, dan kebiasaan merokok) terhadap peningkatan tekanan darah, p<0,05. Tidak ada pengaruh antara status gizi terhadap peningkatan tekanan darah, p>0,05. Upaya pengendalian bahaya lingkungan kerja yang telah dilakukan sebesar (65,3%) secara teknik, (47,9%) secara administratif, dan (85%) dengan pemakaian APD. Disarankan perlu melakukan pengendalian teknik dengan menambahkan ventilasi alami berupa jendela, memperbaiki local exhaust ventilation yang tidak berfungsi dengan baik, serta menambahkan exhaust fan. Memberikan jam istirahat yang sesuai dengan SOP perusahan yang telah ditentukan dan memberikan tes kesehatan awal dan berkala. Alat pelindung diri khususnya baju kerja sebaiknya terbuat dari bahan katun.
Tidak tersedia versi lain