Text
Hubungan jarak distribusi dengan kualitas dan kuantitas air minum PDAM Surabaya (Studi pada jaringan distribusi Ngagel III PDAM Surabaya Tahun 2017)
Kualitas dan kuantitas air merupakan masalah utama dalam pendistribusian air bersih terutama di Surabaya. Pendistribusian air perpipaan sampai pelanggan terjauh sangat mungkin terjadi kontaminasi. Kualitas dan kuantitas ini banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor selama pendistribusian hingga sampai kepada pelanggan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara jarak distribusi dengan kualitas dan kuantitas air pada PDAM Surabaya.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, pengukuran dan pemeriksaan kualitas (fisik, kimia, bakteriologis) dan kuantitas (debit dan tekanan) air bersih PDAM Surabaya. Titik pengambilan sampel yaitu pada jarak (0,2,4,6,8,10.12) Km pada wilayah distribusi Ngagel III. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara analitik menggunakan uji korelasi ProductMoment Pearson dengan pengujian hipotesis p> 0,05 : H0 diterima, H1 ditolak.
Pada hasil pemeriksaan kualitas fisik air bersih,suhu mengalami kenaikan sampai jarak terjauh (12km) dan kekeruhan (>5 NTU) pada jarak 8 km yaitu 5,20 NTU. Pada hasil pemeriksaan kimia air bersih, pH mengalami perubahan pada jarak 10 km dan sisa chlor (<0,2 mg/l) pada jarak 6 km yaitu 0.09 mg/l. Sedangkan hasil pemeriksaan MPN Coliform kurang memenuhi syarat dari titik 0 yaitu 3 per 100 ml sampel. Serta pada hasil pengukuran kuantitas air bersih, debit air bersih mengalami penurunan sampai titik terjauh dan tekanan menunjukkan stabil pada jarak 8 km yaitu tekanan sebesar 1 m.
Disimpulkan bahwa jarak distribusi berhubungan dengan kualitas dan kuantitas air PDAM Surabaya. Disarankan untuk sebaiknya pihak PDAM Surabaya melakukan pengawasan kebocoran atau kehilangan air perpipaan dan perawatan atau maintenance perpipaan juga rutin untuk dilakukan.
Tidak tersedia versi lain