Text
KUALITAS PENGGUNAAN PEREKAT DAUN AKASIA MUDA (acacia mangium willd) DALAM PEMBUTAN BRIKET DAUN KERING SEBAGAI ENRGI ALTERNATIF
Fahmi Febrianto
KUALITAS PENGGUNAAN PEREKAT DAUN AKASIA MUDA (acacia mangium willd) DALAM PEMBUTAN BRIKET SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF
xii + 52 halaman + 6 tabel + 17 gambar + 2 lampiran
s
Energi alternatif menjadi salah satu solusi untuk mengurangi permasalahan ketergantungan masyarakat terhadap kayu bakar, gas elpiji dan minyak tanah adalah dengan pemanfaatan briket. Briket adalah bahan bakar padat yang diperoleh dari bahan organik, limbah industri yang diolah dengan proses karbonisasi, dan dicetak dengan tekanan tertentu. Pada umumnya briket dapat dibuat dari semua jenis bahan limbah organik yang tidak terpakai seperti cangkang buah sawit, batok kelapa, ampas kelapa, tongkol jagung, ampas tebu, serbuk kayu, sekam padi, pelepah kelapa, pelepah sawit, daun-daun kering dan lain sebagainya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas penggunaan perekat daun akasia muda dalam pembuatan briket sampah daun kering dengan variasi 3:1, 3:2, 3:3.
Berdasarkan hasil penelitian dengan jumlah 9 sampel briket dengan variasi campuran 3:1, 3:2, 3:3 yang dilakukan sebanyak 3 kali percobaan dengan hasil pada 3:1 memiliki rata nilai kalor 2.788 kal/gr, kadar air 0,0266%, lama menyala 30 menit 24 detik, dan suhu 82,00°C. Perbandingan 3:2 memiliki nilai rata-rata pada nilai kalor 2.784 kal/gr, kadar air 0,0233%, lama menyala 31 menit 11 detik, suhu 81,66°C dan 3:3 memiliki nilai rata-rata pada nilai kalor 2.784 kal/gr, kadar air 0,020%, lama menyala 32 menit 07 detik, suhu 80,66°C
Kesimpulan penelitian ini adalah mengetahui kualitas arang daun dan perekat daun akasia muda memiliki rata nilai paling tinggi pada perbandingan 3:1 mampu menghasilkan kalor paling tinggi dan pada perbandingan 3:3 memiliki nilai nilai kalor paling sedikit
Kata kunci : kualitas perekat daun akasia muda (acacia mangium willd)
Kepustakan: 15 bacaan (2001-2014)
Tidak tersedia versi lain