Text
uji jumlah tangkapan tikus dengan menggunakan berbagai jenis perangkap di Gudang Beras Bulog Geneng Ngawi
ABSTRAK
Kementrian Kesehatan RI
Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya
Program studi D-III Jurusan Kesehatan Lingkungan
Tugas Akhir, Juni 2019
Rahayu Agung Pangestu
“UJI JUMLAH TANGKAPAN TIKUS DENGAN
MENGGUNAKAN BERBAGAI JENIS PERANGKAP TIKUS DI
GUDANG BERAS (BULOG) GENENG NGAWI TAHUN 2019”
(vii + 60 halaman + 3 gambar + 5 tabel + 3 lampiran)
Tikus merupakan mamalia yang sangat merugikan dan mengganggu
kehidupan serta kesejahteraan manusia. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui jumlah tangkapan tikus dengan menggunakan berbagai jenis
perangkap di Gudang Beras Bulog Ngeneng Ngawi. Jenis penelitian ini adalah
analitik pra eksperimen dengan menerapkan beberapa model perangkap tikus.
Jumlah sampelnya adalah 90 perangkap. Dari hasil penelitian didapatkan data
tikus yang tertangkap dengan menggunakan perangkap model live trap
sebanyak 11 ekor dengan persentase 36,6%, model glue trap sebanyak 12 ekor
dengan persentase 40,0%, dan model poisson trap sebanyak 19 ekor dengan
persentase 63,3%. Berdasarkan hasil uji analitik annova one way
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara perangkap life trap, glue trap,
dan poisson trap terhadap jumlah tangkapan tikus (F hitung = 2,213, = F tabel
= 0,115).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah jumlah tikus yang tertangkap dengan
perangkap life trap berjumlah 30 perangkap dengan 5 perangkap perhari
selama 6 hari didapatkan 11 ekor dengan persentase 36.6%. Jumlah tikus yang
tertangkap dengan perangkap glue trap berjumlah 30 perangkap dengan 5
perangkap perhari selama 6 hari didapatkan 12 ekor dengan persentase 40.0%.
Jumlah tikus yang tertangkap dengan perangkap poisson trap berjumlah 30
perangkap dengan 5 perangkap perhari selama 6 hari didapatkan 19 ekor
dengan persentase 63.3%. Hasil dari analisis menggunakan annova one way
dengan (α = 0.005) dapat dikatakan bahwa ada lebih 50% perangkap yang
tidak menarik tikus. Untuk penelitian selanjutnya uji hewan selain tikus.
Untuk peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan jenis perangkap yang
berbeda. Peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti penyakit yang ada pada tikus
seperti penyakit leptospirosis.
Daftar Bacaan : 17 buku (2005-2017)
Klarifikasi : -
Tidak tersedia versi lain