Text
Teknologi tepat guna pembuatan kompos sampah organik dengan aktifator biokulen rumen sapi dan EM4 tahun 2016
ABSTRAK
Kementerian Kesehatan RI
Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya
Program Studi D-III Jurusan Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2016
Riska Dwi Kurniawati
TEKNOLOGI TEPAT GUNA PEMBUATAN KOMPOS SAMPAH ORGANIK DENGAN AKTIVATOR BIOINOKULEN RUMEN SAPI DAN EM4 TAHUN 2016
(vi + 52 Halaman + 5 Tabel + 9 Lampiran)
Pada saat ini Kota Ponorogo sedang dihadapkan pada masalah penanganan sampah yang semakin lama semakin menumpuk. Dalam tiga tahun terakhir sampah di Ponorogo menumpuk hingga mencapai149 m3/hari dengan jumlah prosentase sampah organik sebesar 44.76 %. Akibat dari banyaknya timbulan sampah tersebut maka perlu dilakukan upaya mengolah sampah, salah satunya adalah melakukan pengomposan yang berbahan baku sampah organik dengan menggunakan aktivator EM4 dan aktivator rumen sapi untuk mempercepat pematangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur lama pematangan kompos, menganalisa perbedaan lama pematangan kompos serta menguji kadar NPK dan C/N ratio pada kompos.
Jenis Penelitian yang digunakan True Experimental, dengan desain Posttest-Only Control Design. penelitian ini hendak mengetahui lama proses pembuatan kompos dengan memberi perlakuan menggunakan aktivator 80 ml rumen sapi, aktivator 80 ml EM4, aktivator campuran kompos dengan aktivator campuran 60 ml EM4 + 20 ml rumen sapi dan aktivator 20 ml EM4 + 60 ml rumen sapi, serta tanpa menggunakan aktivator (kontrol) yang kemudian dinilai tingkat kematangan kompos serta menguji kadar NPK dan C/N ratio. Masing-masing perlakuan menggunakan bahan baku 3kg sampah organik dengan replikasi sebanyak 5x, sehingga sampel dibutuhkan sebanyak 25 buah dan bahan baku sampah organik sebanyak 75kg.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Kompos dengan konsentrasi aktivator 80 ml rumen sapi, 80 ml EM4, dan 60 ml EM4 + 20 ml rumen sapi lebih cepat matang yaitu membutuhkan rata-rata pematangan selama 17 hari. Dari hasil pengukuran kualitas kimia kompos yang mempunyai kandungan kimia terbaik sesuai SNI 19-7030-2004 adalah kompos dengan aktivator 60 ml EM4 + 20 ml rumen sapi.
Sebaiknya masyarakat sekitar perlu melakukan pengaplikasian pengomposan dalam mengurangi timbulan sampah di Ponorogo serta dalam pembuatan kompos sebaiknya masyarakat lebih memanfaatkan limbah rumen sapi sebagai aktivator karena lebih efisien, mudah dan murah.
Daftar Bacaan : 24 Buku (2002-2013)
Kata Kunci : Sampah,Kompos,Aktivator,Rumen sapi,EM4,Lama pengomposan
Tidak tersedia versi lain