Text
Studi tentang perilaku higiene sanitasi pedagang kaki lima di jalan Dr.Sutomo Kota Madiun
ABSTRAK
Kementerian Kesehatan RI
Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya
Program Studi D-III Jurusan Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Agustus 2016
Farah Diba Ani Murti
STUDI TENTANG PERILAKU HYGIENE SANITASI PEDAGANG KAKI LIMA
DI JALAN Dr. SUTOMO KOTA MADIUN TAHUN 2016
(Vii + 80 Halaman + 7 Tabel + 5 Gambar + 11 Lampiran)
Pedagang kaki lima adalah suatu tempat yang menetap tanpa bangunan yang
permanen dengan segala peralatan yang dipergunakan untuk menyimpan‚
menjual/menyajikan dan membuat makanan/minuman bagi umum, misalnya menggunakan
gerobak, lesehan, serta tenda yang dapat berpindah. Pengelolaan makanan pedagang kaki
lima seharusnya memperhatikan kaidah-kaidah kebersihan (Hygiene) dan sanitasi serta
persyaratan kesehatan agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan. Karena salah satu faktor
yang dapat menyebabkan kontaminasi bakteri pada makanan adalah berasal dari orang yang
mengolah atau menangani makanan termasuk perilaku dan higiene perorangan yang
menangani makanan tersebut. Hal inilah yang melatarbelakangi adanya penelitian ini‚ yang
bertujuan untuk menggambarkan perilaku hygiene sanitasi pedagang kaki lima yang menjual
soto ayam khususnya di jalan Dr. Sutomo Kota Madiun yang menjadi objek penelitian. Hal
yang menjadi aspek penelitian meliputi penilaian pengetahuan, sikap, dan tindakan pedagang
kaki lima yang menjual soto ayam serta menilai angka kuman pada makanan sebagai kontrol
kualitas makanan.
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif, objek dalam penelitian ini adalah 4
pedagang soto ayam. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tabel analisis kemudian
menguraikan hasil sebenarnya.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga (75%) pedagang memiliki
pengetahuan baik, tiga (75%) pedagang memiliki sikap yang cukup, dan dua (50%)
pedagang memiliki tindakan yang baik‚ sehingga dapat disimpulkan bahwa dua (50%)
pedagang memiliki perilaku yang baik. Hasil pemeriksaan angka kuman juga menunjukkan
dua (50%) sampel makanan memenuhi syarat. Berdasarkan data tersebut menunjukkan
bahwa perilaku pedagang dalam mengolah makanan berdasarkan prinsip Hygiene sanitasi
mempengaruhi makanan yang dihasilkan.
Oleh karena itu‚ disarankan pedagang kaki lima untuk lebih meningkatkan perilaku
dalam mengolah makanan dengan menerapkan prinsip-prinsip hygiene sanitasi khususnya
dalam pengolahan makanan dan penyajian agar menghasilkan makanan yang layak konsumsi.
Daftar bacaan : 6 buku (1997 - 2011)
Kata kunci : pedagang kaki lima, perilaku, hygiene sanitasi
Tidak tersedia versi lain