Text
Perbedaaan variasi dosid larutan daun pepaya (carica papaya) terhadap mortalitas jentk Aedes Aegypti tahun 2015
Kementrian Kesehatan RI
Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya
Program Studi D-III Jurusan Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2015
Oleh : Devy Widya Wahyuningtyas
PERBEDAAN VARIASI DOSIS LARUTAN DAUN PEPAYA (Carica Papaya) TERHADAP MORTALITAS JENTIK NYAMUK Aedes aegypty
58 Halaman + 22 Tabel + 6 Diagram + 7 Gambar + 5 Lampiran
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Pengendalian vektor dengan menggunakan insektisida kimia banyak menimbulkan masalah masalah terhadap lingkungan. Penggunaan insektisida alami dari daun pepaya merupakan alternatif lain untuk pengendalian jentik Aedes aegypti.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efektifitas dosis larutan daun pepaya terhadap mortalitas jentik Aedes aegypti.Metode penelitian ini digunakan adalah pra eksprimen dengan memberikan berbagai dosis larutan daun pepaya, yaitu dosis 0,01/200ml air, 0,015/200 ml air, 0,02/200 ml air, 0,025/200 ml air dan 0,03/200 ml air pada masing- masing wadah percobaan yang berisi 30 ekor jentik Aedes aegypti instar III. Setelah waktu kontak 6 jam, 12 jam, 24 jam dihitung jumlah jentik yang mati dan Replikasi penelitian dilakukan lima kali dengan saat yang sama.
Dari hasil penelitian diketahui jumlah jentik yang mati 6 jam pada dosis 0,01 3%, dosis 0,015 5%, dosis 0,02 6%, dosis 0,025 7%, dosis 0,03 10%. 12 jam pada dosis 0,01 9%, dosis 0,015 12%, dosis 0,02 20%, dosis 0,025 23%, 0,03 37%. 24 jam pada dosis 0,01 17%, dosis 0,015 26%, dosis 0,02 30%, dosis 0,025 32%, dosis 0,03 37%. Hasil uji statistis dengan Anova One Way diperoleh perbedaan yang bermakna antara berbagai dosis larutan daun pepaya dalam membunuh jentik Aedes aegypti pada level signifikansi dosis 0,01 dan dosis 0,015. Hasil pada dosis 0,02 sampai dosis 0,025 dan 0,03 menunjukkan kematian yang sama berbeda. Sedangkan dari hasil uji LSD didapatkan bahwa antara masing-masing dosis larutan daun pepaya terdapat perbedaan yang segnifikan pada dosis 0,01, dan 0,015 dengan 0,02, 0,025 dan 0,03.
Dari hasil analisa menggunakan rumus abot dan manual dapat di simpulkan bahwa larutan daun pepaya yang efektif membunuh larva Aedes aegypti pada dosis 0,025 per 200 ml, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif pemberantasan vektor DBD terutama untuk untuk membunuh jentik Aedes aegypti. Untuk Estetika perlu penelitian lanjut untuk menghilangkan warna dan bau dari efek daun pepaya.
Daftar bacaan : 10 buku (1985-2011), 4 Journal
Kata Kuci : Daun Pepaya (carica papaya), Mortalitas Jentik Aedes aegypti
Tidak tersedia versi lain