Text
Uji kualitas makanan jajanan pentol yang dijual pedangan keliling di lingkungan SDN Banjarejo 2 Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan
ABSTRAK
Kementerian Kesehatan RI
Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya
Program Studi D-III Jurusan Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2015
Insan Arif Setyawan
UJI KUALITAS MAKANAN JAJANAN PENTOL YANG DIJUAL PEDAGANG KELILING DI LINGKUNGAN SDN BANJAREJO 2 KECAMATAN PANEKAN KABUPATEN MAGETAN.
xvi + 45 Halaman + 8 Tabel + 10 lampiran
Sekolah Dasar Negeri Banjarejo 2 adalah sekolah dasar yang terletak di Desa Banjarejo, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. SDN Banjarejo 2 pernah terjadi keracunan makanan yang disebabkan dari makanan jajanan tempura dan menyebabkan korban 22 siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa kualitas pentol ditinjau dari aspek fisik (organoleptik) meliputi warna, rasa, tesktur, aroma kemudian memeriksa kualitas pentol ditinjau dari aspek kimia yaitu boraks, formalin, rhodamin-b, memeriksa kualitas pentol ditinjau dari aspek mikrobiologi yaitu angka kuman dan menganalisa kualitas pentol ditinjau dari fisik, kimia, mikrobiologi
Jenis penelitian adalah deskriptif , besar sampel penelitian yaitu 3 sampel pentol untuk pemeriksaan kimia, 3 sampel pentol untuk pemeriksaan mikrobiologi, 3 sampel untuk pengujian organoleptik dan 3 untuk pemeriksaan rhodamin-b dengan pengambilan sampel sebanyak 3 kali, sehingga sampel diambil sebanyak 45 sampel. Dengan jenis pengambilan sampel total sampling. Analisis data dilakukan dengan cara dituangkan dalam bentuk tabel kemudian dinarasikan, yaitu menggambarkan kualitas pentol.
Berdasarkan hasil penelitian dari aspek organoleptik pentol didapatkan hasil warna putih pucat keabu-abuan, aroma bau daging dan pati, tekstur kenyal dan kasar, rasa gurih daging dan asin. Pentol dari aspek kimia boraks 7 sampel (77,77 %) negatif boraks, pentol dari aspek kimia formalin 9 sampel (100 %) negatif formalin, saus pentol dari aspek kimia rhodamin B 9 sampel (100 %) negatif, pentol dari aspek mikrobiologi yaitu angka kuman 5 sampel (55,55%) yang tidak memenuhi syarat.
Disarankan masyarakat tidak mengkonsumsi pentol yang memiliki ciri-ciri warna putih pucat baik di luar maupun bagian dalamnya, bau tidak seperti bau daging pada umumnya, tekstur lebih kenyal dari biasanya dan memiliki rasa getir serta sangat gurih, beraroma sangat tajam. Penjaja pentol memperhatikan proses pembuatan pentol dan memperhatikan tempat berjualan jauh dari polusi agar tidak tecemar kuman. Dinas kesehatan dan puskesmas supaya memberikan penyuluhan, pembinaan dan pemeriksaan berkala, mengawasi makanan jajanan disekitar masyarakat, peneliti lain penelitian lebih lanjut tentang perilaku penjaja pentol mulai dari pemilihan bahan baku pentol sampai dengan penyajian pentol ke pembeli-pembeli.
Daftar Bacaan : 27 Buku + Jurnal ( 1989 - 2015)
Klasifikasi : -
Tidak tersedia versi lain