Text
Perbedaan penggunaan abate dan serbuk daun cengkeh sebagai larvasida jentik Aedes Aegypti tahun 2014
ABSTRAK
Kementerian Kesehatan RI
Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya
Program Studi D-III Jurusan Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2014
Erdian Sulistyo Listianto
PERBEDAAN PENGGUNAAN ABATE DAN SERBUK DAUN CENGKEH SEBAGAI LARVASIDA JENTIK AEDES AEGYPTI
x + 98 Halaman + 8 Tabel + 4 lampiran
Angka kasus penyakit DBD di tahun 2012 (sampai bulan September) sebanyak 5140 kasus, dengan yang meninggal dunia dikarenakan DBD sebanyak 69 kasus dan wilayah yang mengalami KLB di kota atau kabupaten di seluruh Jawa Timur sebanyak 12 kasus. Nyamuk merupakan Vektor penyebab terjadinya penyakit DBD, Banyak sekali upaya pengendalian salah satunya dengan secara kimiawi dan nabati yaitu penggunaan serbuk abate dan serbuk daun cengkeh. serbuk bunga cengkeh yang mengandung eugenol, saponin, flavonoid dan tanin dapat membunuh larva Aedes aegypti. Bahwa, ada temuan terbaru menunujukan, pemakaian abate tersebut kurang efektif untuk memberantas jentik nyamuk. Selain itu Berdasarkan penelitian Tri Sutarti (2009), “Uji Efektifitas Lama Penggunaan Produk Larvasida Yang Diberikan Oleh Jumantik Dalam Pemberantasan Jentik Nyamuk”, hasil penelitian diperoleh Efektifitas abate masih lebih baik daripada larvasida lainnya. Tujuan penelitian melihat perbedaan efektifitas abate dan serbuk daun cengkeh sebagai larvasida jentik Aedes aegypti.
Jenis penelitian ini adalah jenis pra eksperimen desain penelitian yang digunakan adalah postest Only Desain. Populasi seluruh jentik yang di dapat dari Dinas Kesehatan Surabaya, Sampel yaitu random sample sebanyak 540 jentik Aedes aegypti. Analisis menggunakan uji Oneway Anova.
Berdasarkan hasil penelitian secara Observasi jentik Aedes aegypti selama perlakuan mengalami peningkatan kematian, dengan hasil untuk dosis 50 gr/ltr serbuk daun cengkeh mortalitas 27%, dosis 100 gr/ltr serbuk daun cengkeh mortalitas 47% dosis 150 gr/ltr serbuk daun cengkeh mortalitas 57 %, dosis 50 gr/ltr abate mortalitas 50%, dosis 100 gr/ltr abate mortalitas 70%, dosis 150 gr/ltr abate mortalitas 87%. Selama penelitian hasil yang diperoleh diolah, setelah itu didapat hasil p (0,678) dengan α (0,050) sehingga data homogen. Dari data yang diperoleh diatas diperoleh data bahwa p (0,001) < α (0,050) sehingga H0 ditolak jadi ada beda jumlah mortalitas jentik Aedes aegypti antara larvasida kimia (abate) dan Larvasida Nabati (serbuk daun cengkeh).
Maka untuk mendapatkan hasil yang maksimal, perlu dicampurkan antara abate dengan serbuk daun cengkeh, agar hasil yang didapatkan lebih maksimal dalam mematikan jentik nyamuk aedes aegypti.
.
Daftar Bacaan : 13 Buku + 25 Jurnal ( 1989 - 2014)
Klasifikasi : -
Kata Kunci : Abate, Serbuk Daun Cengkeh, Mortalitas Jentik Aedes aegypti
Tidak tersedia versi lain