Text
Studi tentang variasi debit dalam proses cascade aerator dan filtrasi untuk menurunkan kadar besi (Fe) pada air bersih ( Studi kasus dilakukan di Rt.01 RW.09 Dususn Larangan Desa Karangsari KEc.Ngawi Kab.Ngawi tahun 2014).
ABSTRAK
Kementerian Kesehatan RI
Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya
Program Studi D-III Jurusan Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2013
Sucianawaty Dwi Wardhani
STUDI TENTANG VARIASI DEBIT DALAM PROSES CASCADE AERATOR DAN FILTRASI UNTUK MENURUNKAN KADAR BESI (Fe) PADA AIR BERSIH (Studi Kasus Dilakukan Di RT 01 RW 09 Dusun Larangan Desa Karangasri Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi)
TAHUN 2014
xii + 74 halaman + 17 gambar + 12 tabel + 5 lampiran
Air tanah pada umumnya dapat melarutkan berbagai mineral dan bahan-bahan lainnya sewaktu terjadi proses perembesan sehingga ada kemungkinan untuk tercemar seperti ditemukannya berbagai unsur kimia di dalam air tanah. Bahan kimia yang sering ditemui dalam air tanah salah satunya adalah besi. Adanya kandungan besi yang berlebihan dalam air bersih dapat menyebabkan kerugian yaitu menimbulkan noda-noda pada alat dan bahan-bahan yang berwarna putih, kerak pada pipa, rasa dan bau tidak enak. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penurunan kandungan besi pada air tersebut.
Penelitian eksperimen ini menggunakan desain cascade aerator dan filtrasi untuk menurunkan kadar besi dari sumber air tanah dengan menggunakan debit Q1(40 ml/detik) dan Q2(80 ml/detik). Cascade aerator ini menggunakan 6 step/tangga dengan ukuran (panjang 30 cm, lebar 12,5 cm dan tinggi 11 cm) dan jarak antar step/tangga adalah 9 cm. Penelitian ini menggunakan uji rancangan pra eksperimen dengan bentuk Static Group Comparison. Besar sampel yaitu 48 sampel dengan 16 sampel pretest (sebelum perlakuan) dan 32 sampel postest (setelah perlakuan) yang berasal dari RT 01 RW 09 Dsn. Larangan Ds. Karangasri Kec. Ngawi Kab. Ngawi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penurunan kandungan besi dengan debit 40 ml/detik sebesar 77,36% sedangkan pada debit 80 ml/detik sebesar 77,46%. Ini berarti penggunaan debit 80 ml/detik lebih efektif daripada debit 40 ml/detik. Namun, hasil perhitungan oneway anova menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat keefektifan alat percobaan dalam menurunkan kandungan besi pada air dengan debit 40 ml/detik dan 80 ml/detik.
Untuk itu disarankan perlu ditindak lanjuti untuk mendapatkan debit yang optimal atau menambah jumlah cascade dan jarak antar cascade serta dapat diuji untuk parameter lain.
Daftar Bacaan : 17 (1955 - 2010)
Klasifikasi : -
Kata Kunci : Air bersih, Aerator, Filtrasi, Besi (Fe)
Tidak tersedia versi lain