Text
Perbedaan kadar ekstrak buah mahkota dewa (phaleria macrocarpa) dengan variasi dosis 10%, 20% dan 30% terhadap daya tolak gigitan nyamuk Aedes Aegypti tahun 2014
ABSTRAK
Kementerian Kesehatan RI
Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya
Program Studi D-III Jurusan Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2014
Gilang Putri Septiana
“PERBEDAAN KADAR EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria Macrocarpa) DENGAN VARIASI DOSIS 10%, 20%, DAN 30% TERHADAP DAYA TOLAK GIGITAN NYAMUK Aedes aegypti TAHUN 2014..”
xi + 48 halaman + 9 tabel + 23 lampiran
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue, dan ditularkan terutama melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti oleh sebab itu diperlukan upaya pengendalian dengan menggunakan insektisida alami dengan alternatif memanfaatkan ekstrak buah mahkota dewa yang akan digunakan sebagai repellent. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh berbagai variasi kadar ekstrak buah mahkota dewa terhadap daya tolak gigitan Nyamuk Aedes aegypti.
Jenis penelitian ini termasuk pra eksperimen dengan desain penelitian yaitu one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini yaitu semua nyamuk Aedes aegypti pada semua sangkar dan jumlah sampel sebanyak 30 ekor nyamuk pada setiap sangkar nyamuk. Data dianalisa secara statistik menggunakan uji anova satu arah (One Way Anova) untuk mengetahui perbedaan variasi kadar ekstrak buah mahkota dewa yang paling efektif untuk daya tolak gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dari hasil uji One Way Anova diketahui ada perbedaan yang signifikan antara ketiga variasi. Terlihat bahwa nilai probabilitas 0,000 yaitu kurang dari 0,01. Rata-rata dari semua kadar yaitu kadar 10% dengan persentase 77%, kadar 20% dengan persentase 90% dan kadar 30% dengan persentase 100%. Sehingga dapat diketahui bahwa daya tolak gigitan nyamuk tertinggi pada kadar 30% dengan persentase 100%.
Berdasarkan hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak buah mahkota dewa maka semakin tinggi pula daya tolak gigitan nyamuk Aedes aegypti jadi semakin banyak pula kandungan racun di dalamnya, karena pada buah mahkota dewa mengandung beberapa senyawa seperti alkaloid, flavonoid dan tanin yang dapat bekerja sebagai inhibitor sebagai racun pernafasan, racun perut atau stomach poisoning dan bersifat toksik yang dapat menyebabkan mekanisme penghambatan makan nyamuk. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut agar ekstrak buah mahkota dewa sebagai daya tolak gigitan nyamuk Aedes aegypti dapat diaplikasikan di masyarakat.
Daftar Bacaan : 12 Buku (1987-2011)
Klasifikasi : -
Tidak tersedia versi lain