Text
Kualitas makanan jajanan tempura yang dijual pedagang keliling ditinjau dari aspek fisik, kimia dan mikrobiologi di LIngkungan SDN Bogem 1 Kec.Sukomoro Kab.Magetan tahun 2014.
ABSTRAK
Kementrian Kesehatan RI
Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya
Program Studi D-III Jurusan Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2014
Ernawati
KUALITAS MAKANAN JAJANAN TEMPURA YANG DIJUAL PEDAGANG KELILING DITNJAU DARI ASPEK FISIK, KIMIA DAN MIKROBIOLOGI DI LINGKUNGAN SDN BOGEM I KECAMATAN SUKOMORO KABUPATEN MAGETAN TAHUN 2014
xi + 56 Halaman + 11 Tabel + 11 Lampiran
Makanan jajanan tempura merupakan makanan jajanan yang digemari oleh anak-anak dalam beberapa tahun ke belakang karena rasanya enak dan harganya murah. Dengan harga yang murah kemungkinan kualitas makanan ini belum tentu baik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas makanan jajanan tempura ditinjau dari aspek fisik, kimia dan mikrobiologi.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif, yaitu menggambarkan kualitas makanan jajanan tempura yang dijual pedagang keliling di lingkungan SDN Bogem I ditinjau dari aspek fisik (kenampakan, bau, rasa, tekstur), aspek kimia (boraks dan formalin) dan mikrobiologi (angka kuman). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh makanan jajanan tempura yang dijual pedagang keliling yang biasanya mangkal di lingkungan SDN Bogem I. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 3 sampel jajanan tempura. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan cara acak sederhana atau simple random sampling. Dari data yang diperoleh dimasukkan dalam tabel dan dianalisis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas fisik seluruh sampel tidak baik. Pemeriksaan kualitas kimia semua sampel tidak baik karena positif mengandung boraks dan formalin. Sedangkan kualitas mikrobiologi (angka kuman) hasil rata-rata sampel 1 adalah 493,33 koloni/gram, sampel 2 adalah 133.666 koloni/gram dan sampel 3 adalah 560 koloni/gram. Sehingga menurut Baku Mutu : Surat Keputusan Kepala Badan POM RI No.HK.00.06.1.52.4011 Tahun 2009, tentang Penetapan Batas Cemaran Mikroba dan Kimia dalam Makanan, yaitu 100.000 koloni/gram, berarti sampel 2 melebihi batas syarat.
Dengan demikian dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa makanan jajanan tempura yang dijual pedagang keliling di Lingkungan SDN Bogem I Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan tidak layak untuk dikonsumsi. Untuk itu disarankan agar masyarakat lebih berhati-hati dan selektif dalam membeli makanan jajanan khususnya makanan jajanan tempura.
Daftar Bacaan : 21 Buku (1988 - 2012)
Klasifikasi : -
Kata Kunci : Tempura, SDN Bogem I, Kecamatan Sukomoro
Tidak tersedia versi lain