Text
Kualitas makanan jajanan tradisional ditinjau dari aspek fisik , kimia dan mikrobiologi yang dijual penjaja di Pasar Sayur Magetan Kabupaten Magetan tahun 2014
ABSTRAK
KementrianKesehatan RI
PoliteknikKesehatanKemenkes Surabaya
Program Studi D-III JurusanKesehatanLingkungan
KaryaTulisIlmiah, Juli 2014
Deka Akbar Prambudi
“KUALITAS MAKANAN JAJANAN TRADISIONAL DITINJAU DARI ASPEK FISIK, KIMIA DAN MIKROBIOLOGI YANG DIJUAL PENJAJA DI PASAR SAYUR MAGETAN, KABUPATEN MAGETAN TAHUN 2014”
(xi + 62 halaman + 28 tabel + 2 gambar + 18 lampiran)
Makanan jajanan tradisional merupakan salah satu komponen dalam pusaka kuliner. Makanan jajanant radisional selain memiliki rasa yang enak dan penampilan yang menggoda pembeli, sehingga dari nilai mutu dan keamanan makanan perlu diperhatikan. Tujuan penelitian ini adalah mengamati, memeriksa dan melakukan analisa terhadap kualitas makanan jajanan tradisional dari aspek fisik, kimia dan mikrobiologis di Pasar Sayur Kabupaten Magetan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang di desain berdasarkan pendekatan cross sectional, dengan menggunakan analisis diskriptif terhadap data yang ada dalam tabel dan dituangkan dalam bentuk narasi. Mengingat akan pentingnya penyehatan dan pengawasan pada makanan jajanan tradisional maka dalam penelitian ini makanan jajanan tradisional yang dipilih sebagai sampel adalah janggelan, lopis, cenil, jongkong dan petolo. Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakukan dengan cara pengamatan organoleptik meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa, serta kandungan bahan tambahan makanan yaituboraks, formalin danrhodamin-Bdan angka kuman pada makanan jajanan tradisional yang dijual penjaja di Pasar Sayur Magetan Kabupaten Magetan.
Berdasarkan analisa hasil pengamatan dan pemeriksaan kualitas makanan jajanan tradisional yang ditinjau dari aspek fisik, kimia dan mikrobiologi dari 5 jenis makanan jajanan tradisional ditemukan3 jenis makanan jajanan tradisional (janggelan, petolo dan lopis) layak konsumsi dikarenakan memenuhi persyaratan dari aspek fisik, kimia maupun mikrobiologi sedangkan 2 jenis makanan jajanan tradisional (jongkong dan cenil) tidak layak konsumsi dikarenakan tidak memenuhi persyaratan fisik dan mikrobiologi. Hasil pemeriksaan angka kuman pada makanan jajanan jongkong dengan hasil rata-rata 11.500 kol/gr dan makanan jajanan cenil dengan hasil rata-rata 27.733 kol/gr sehinggatidaksesuaidenganBaku Mutu : Surat Keputusan Kepala Badan POM RI No.HK.00.06.1.52.4011 Tahun 2009, tentang Penetapan Batas Cemaran Mikroba dan Kimia dalam Makanan, yaitu 10.000 koloni/gram,berarti melebihi batas syarat.
Pemerintah terkait agar lebih mengoptimalkan kegiatan penyuluhan, pembinaan dan melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap makanan jajanan tradisional sehingga penjaja makanan dapat melakukan pengolahan makanan dengan baik dan benar.
DaftarBacaan : 19 Buku (1999-2011)
Kata Kunci : Kualitas makanan jajanan tradisional, fisik, kimia, mikrobiologi
Tidak tersedia versi lain