Text
Studi tentang dampak tingakat kebisingan lalu lintas terhadap keluhan subyektif pelajar SMK Negri 2 Jiwan Kab.Madiun tahun 2013
Suara sebagai sumber kebisingan dapat berdampak pada kesehatan baik kesehatan fisik dan psikologis seseorang. Konsentrasi seseorang dapat berkurang ketika mendengar suara bising misalnya terganggu aktivitas belajar karena kebisingan lalu lintas. Penelitian
ini mencoba membahas bagaimana tingkat kebisingan lalu limntas berdampak terhadap keluhan subyektif serta menganalisa keluhan subyektif pelajar SKM Negeri 2 Jiwan terhadap permasalahan kebisingan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif melaui pendekatan survey dan wawancara. Sampel dalam penelitian iuni adalah siswa kelas X AK 1, X AK 2, X AK 3, X AK 4, dimana kelas tersebut berdekatan dengan jalan raya. Jumlah sampel dalam penelitian ini 106 siswa.
Hasil dan pembahasan penelitian menunjukkan bahwa kebisingan di kelas X AK 1, X AK 2, X AK 3, X AK 4 adalah 69,24 dB, 69 dB, 67,4 dB dan 66,43 dB dan melebihi NAB yang ditentukan Permenkes no.718/Men.Kes/Per/XI/1987 yaitu minimum 45 dB dan maksimum 55 dB. Keluhan subyektif yang terjadi yaitu gangguan emosional meliputi perasaan bising 86,8%, perasaan terganggu 84% dan berbicara dengan suara keras 66%. Gangguan terhadap proses belajar yaitu kesulitan mendengar materi 77,4% penurunan konsentrasi belajar 70,8% dan berpengaruh terhadap prestasi belajar sebanyak 50,9% pelajar. Gangguan fisik tidak terlalu banyak, pelajar mengalami hanya pusing 16% dan telinga berdengung 40,6%.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah permasalahan kebnisingan yang melebihi NAB berdampak pada gangguan emosional berupa perasaan bising, perasaan terganggu dan berbicara dengan suar keras dan gangguan proses belajar karena pelajar merasa sulit mendengarkan materi dan tidak dapat berkonsentrasi sehingga berpengaruh terhadap perstasi belajar. Saran untuk pihak sekolah yaitu perlu adanya penambahan barier (pohon) untuk mengurangi kenisingan , pemindahan kelas di tempat jauh dari jalan raya, dan perlu adanya pemeriksaan kesehatan telingan dan mata pelajar secara periodik. Kata Kunci : Kebisingan, Keluhan Subyektif Pelajar
Tidak tersedia versi lain