Text
Identifikasi cemaran mikroba pada susu sapi pasteurisasi berdasarkan kondisi higiene dan sanitasi pemerahan di Peternakan Sapi Perah
Susu merupakan salah satu pangan yang tinggi kandungan gizinya karena terkandung protein, lemak, mineral dan vitamin. Susu juga merupakan media yang baik untuk pertumbuhan mikroba yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Pencemaran pada susu terjadi sejak proses pemerahan, dapat berasal dari berbagai sumber seperti kulit sapi, kambing, air, tanah debu, manusia, peralatan dan udara. Air susu yang masih di dalam kelenjar susu dapat dikatakan steril, setelah keluar dari kambing dapat terjadi kontaminasi, hal tersebut dapat terjadi dari mana-mana yaitu ambing sapi, tubuh sapi, debu di udara, peralatan yang kotor dan manusia yang melakukan pemerahan. Pada tanggal 7 September 2004, keracunan susu pada program makanan tambahan anak sekolah juga terjadi di SDN Sawahan III Kota Surabayadan di SDN 4 Klaten dan SD Muhammadiyah Tonggolan, tanggal 15 November 2005 juga terjadi kasus keracunan susu yang disebabkan padamnya listrik saat proses pasteurisasi susu KUD Jatianom. Tujuan Penelitian melihat aspek organoleptik dan angka kuman dan mengevaluasi apadakah ada hubungan antara sanitasi kandang dengan pencemaran mikroba pada susu pasteurisasi. Oleh karena itu dilakukan penelitian tantang Identifikasi Cemaran Mikroba pada susu sapi Pasteurisasi berdasarkan higiene dan sanitasi pemerahan di peternakan sapi Bibis Kec.Sukomoro Kab.Magetan tahun 2013.
Jenis penelitian ini dalah jenis observasional demngan menggunakan analisis deskriptif. Populasi susu pasteurisasi yang dihasilkan dari peternakan sapi perak Bibis Kabupaten Magetan setelah pasteurisasi dengan pengambilan sampel model purposive sampling. Analisis menggunakan deskriptif.
Berdasarkan hasil penelitian secara organoleptik susu pasteurisasi tidak mengalami perubahan dari kondisi organoleptik susu pasteurisasi pada umumnya susu pasteurisasi yang tidak layak dikonsumsi dengan hasil 4,4 x 10pangkat 3. Dan didapat adanya hubungan antara sanitasi kandang dengan pencemaran mikroba pada susu pasteurisasi.
Untuk Dinas KEsehatan Magetan dapat lebih memfokuskan program memberiakan penyuluhan, pembinaan, pemeriksaan secara berkala dan mengawasi susu yang beredar. SErta bagi pemerah supaya lebih memperhatikan hygienen pekerja dan kandang saat proses pemerahan susu segar. Kata Kunci: Susu pasteurisasi, kualiatas fisik, angka kuman
Tidak tersedia versi lain