Text
Studi tentang variasi tempat perindukan jentik Aedes Aegypty di daerah endemis penyakit DBD Ds.Sukorejo Kec.Tanjunganom Kab.Nganjuk tahun 2013
Demam berdarah degue atau Dengue Haemorraghic Fever, selanjutnya disingkat DBD adalah penyakit yang terdapat pada anak dan dewasa dengan gejala utama demam, yang biasanya memburuk setelah dua hari pertama. Pada rumah-rumah apabila dalam pemeliharaan kondisi kebersihan lingkungan yang kurang, baik berada di dalam rumah atau di luar rumah dapat menyebabkan terjadi peluang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Bisa dilihat dari pemeliharan tempat penampungan air dan bukan tempat penampungan air yang kurang bagus dalam penempatannya. Sehingga dapat memiliki potensi rumah kurang sehat, sebab dengan adanya kontainer-kontainer di musim hujan dapat memungkinkan tumbuh nyamuk dewasa.
Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk selama 2 tahun terakhir setiap tahun terjangkit penyakit DBD dari tahun 2010 ada 15 kasus, tahun 2011 ada 112 kasusu, tahun 2012 ada 9 kasus. Daerah yang termasuk banyak kasus DBD di Kabupaten nganjuk yaitu Desa Sukorejo Kecamatan Tanjung Anom . Tujuan penelitian mengetahui variasi tempat perindukan jentik Aedes Aegypti di daerah endemis penyakit DBD. Oleh karena itu dilakukan penelitian tentang Studi Variasi Tempat Perndukan Jentik Aedes Aegyptidi Daerah Endemis Penyakit DBD Desa Sukorejo Kecamatan Tanjung Anom Kabupaten Nganjuk tahun 2013.
Jenis penelitian ini adalah jenis deskriptif. Populasi semua seluruh rumah di Desa Sukorejo Kecamatan Tanjung Anom Kabupaten Nganjuk. Sampel yaitu menggunakan proporsional systemic sampling sebanyak 94 rumah. Analisi menggunakan uji deskriptif.
Berdasarkan hasil penelitian fungsi bejana yang banyak ditempat perndukan yaitu minuman burung 27,6% yang berada di dalam atau luar rumah, dan pada bejana yang banyak dijadikan tempet prindukan yaitu bahan semen 44% yang berada di dalam rumah.
Untuk itu Dinas Kesehatan Nganjuk dapat lebih memfokuskan program memberikan penyuluhan meningkatkan sosialisasi tentang tempat –tempat yang banyak digunakan tinggal nyamuk. Serta bagi masyarakat lebih berperilaku PHBS salah satunya 3 M Plus.
Kata Kunci : Variasi tempat perindukan, DBD, Desa Sukorejo
Tidak tersedia versi lain