Text
Studi perilaku pada msyarakat tentang buang air besar sembarangan tempat di Dusun Temu Ds.Temu Kec.Kanor Kab.Bojonegoro tahun 2013
Abrianti Dwi Ajeng Hertiningsih
STUDI PERILAKU PADA MASYARAKAT TENTANG BUANG AIR BESAR SEMBARANG TEMPAT DI DUSUN TEMU DES TEMU KECAMATAN KANOR KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN 2013.
IX+52 halaman + 1 gambar + 8 tabel + 10 lampiran.
Di Indonesia masalah sanitasi selalu menjadi polemik yang berkembang. Perilaku Buang Air Besar yang dianggap benar adalah bila penduduk melakukan di jamban (Depkes RI, 2008). Di Dsn Temu Ds.Temu Kec.Kanor Kab.Bojonegoro yang berkebiasaan BAB di jamban adalah (17.5%), sawah (12,4%), sungai (37,5%) kolam (25%) dan lain lain (7,5%). Tujuan penelitian di Dsn.Temu Ds.Temu Kec.Kanor Kab.Bojonegoro ini adalah untuk mengukur pengetahuaan , sikap, tindakan dan perilaku masyarakat tentang Buang Air Besar sembarang tempat.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Jumlah populasi 227 rumah di RW 5 yang berada di Dsn.Temu Ds.Temu Kec.Kanor Kab.Bojonegoro, jumlah sampel 146 responden. Sampling menggunakan Probability Sampling dengan Simple Random Sampling. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Pengolahan data menggunakan editing, coding, skoring dan tabulating. Analisis data dengan menggunakan analisa tabel dan data dianalisa menggunakan kriteria yang telah ditentukan.
Hasil Penelitian menunjukkan perilaku masyarakat tentang BAB sembarang tempat dari aspek pengetahuan yaitu 49% dalam kategori cukup, dari sikap yaitu 55% dalam kategori kurang, tindakan 62% dengan kategori kurang. Jadi perilaku masyarakat masih kurang dengan skor 57%. Aspek pengetahuan cukup karena masyarakat berinteraksi dengan orang sehingga akan lebih banyak menerima informasi kesehatan, aspek sikap kurang karena masih banyak masyarakat menganggap membangun jamban sehat memrlukan biaya yang mahal, aspek tindakan kurang karena masih banyak masyarakat yang tidak memiliki jamban, dan aspek perilaku kurang karena masih banyak terdapat jamban di sungai tersebut.
Jadi tingkat pengetahuan masyarakat cukup, tingkat sikap kurang,, tingkat tindakan kurang dan tingkat perilaku kurang. Sebaiknya masyarakat perlu merubah kebiasaan untuk perilaku BAB dengan baik dan benar, untuk Kepala Desa membuat peraturan dan sanksi bagi masyarakat yang BAB di sembarang tempat, sehingga membawa perubahan perilaku BAB yang baik dan benar.
Daftar Bacaan : 19 buku ( 1985-2010)
Klasifikasi :
Tidak tersedia versi lain