Text
Gambaran Jumlah Rata-Rata Streptoccus Mutans Pada Saliva Mahasiswa Yang Berpuasa dan Tidak Berpuasa Di Jurusan Kesehatan Gigi Politeknik Kesehatan Surabaya Tahun 2006
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisa perbedaan jumlah rata-rata Stretopccus mutans pada saliva orang berpuasa dan tidak berpuasa.Jenis penelitian ini merupakan penelitian survei analitik.
Strepcoccus mutans merupakan bekteri penyebab utama karies. Jumlah Strepcoccus mutans dapat meningkat apabila terjadi penurunan sekresi saliva. Saliva sendiri mengandung sejumlah komponen yang memilki aktivitas anti bakterial yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan juga mempu melindungi jaringan di dalam rongga mulut dengan berbagai cara, salah satunya ialah self cleansing. Saat berpuasa rongga mulut dapat dikondisikan dalam keadaan istirahat, tidak ada aktivitas pengunyahan dan pengecapan sehingga kelenjar utama yang memproduksi saliva yakni kelenjar parotis yang bersifat serous bekerja tidak maksimal,sedangkan pada saat seperti ini sebagian besar dihasilkan sekresi saliva lebih sedikit dan terasa pekat. Keadaan seperti ini dapat menyebabkan tingginya jumlah Sterepcoccus mutans pada saliva orang berpuasa. Hasil uji Laboratorium dan t-independent pada saliva mahasiswa yang berpuasa, sebanyak 8 orang dan saliva mahasiswa yang tidak berpuasa sebanyak 8 orang didapatkan jumlah rata-rata Strepcoccus mutans pada saliva mahasiswa yang berpuasa 128.750x10 CFU dan saliva mahasiswa yang tidak berpuasa 41.13x10 CFU, dengan standar deviasi 36.82 dan 19.61. Terdapat perbedaan bermakna antara jumlah Sterepcoccus mutans pada saliva mahasiswa yang berpuasa dan tidak berpuasa dengan nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 yaitu p=0.00
Tidak tersedia versi lain