Text
ANEMIA DALAM KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN BBLR DI DESA SAMBONGGEDE WILAYAH KERJA PUSKESMAS MERAKURAK KABUPATEN TUBAN
ABSTRAK
“ANEMIA DALAM KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN BBLR DI DESA SAMBONGGEDE WILAYAH KERJA PUSKESMAS MERAKURAK KABUPATEN TUBAN”
Oleh : Mu’aliyah
Berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor risiko yang mempunyai kontribusi terhadap kematian bayi khususnya pada masa perinatal. Di dalam peningkatan status kesehatan masyarakat, indikator yang akan dicapai salah satunya adalah menurunnya persentase BBLR dari 10,2% menjadi 8%. Masih didapatkannya 5,05 % bayi BBLR dikabupaten Tuban dalam tahun 2015, menurut teori Maryunani (2013), BBLR berkaitan dengan tingginya angka kematian bayi dan anak, yang merupakan indikator kesehatan suatu bangsa. Selain angka kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anemia dalam kehamilan dengan kejadian BBLR di Desa Sambonggede Wilayah Kerja Puskesmas Merakurak Kabupaten Tuban.
Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasi dengan pendekatan waktu cross sectional. Pengumpulan data variabel secara retrospektif. Populasi semua ibu hamil anemia sebanyak 68 orang dengan sample 58 orang. Instrumen yang digunakan adalah observasi buku Kohort Bidan.
Ibu hamil yang anemia berat 100% terjadi BBLR sedangkan ibu dengan anemia ringan sebanyak 27 ibu (65,7%) melahirkan bayi tidak BBLR. Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan hasil dengan nilai ρ (0,492 > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara anemia dalam kehamilan dengan kejadian BBLR.
Bagi semua ibu hamil yang menderita anemia deteksi dini dapat dilakukan melalui pemantauan Ante Natal Care dan meningkatkan pengetahuannya terutama tentang menjaga kesehatan selama kehamilan baik melalui media cetak atau tenaga kesehatan secara langsung.
Kata kunci : Anemia, Kehamilan, BBLR
Tidak tersedia versi lain