Text
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MEROKOK DENGAN PENINGKATAN ANGKA KEJADIAN PNEUMONIA DI RUANG MAWAR RSUD dr. R. KOESMA TUBAN
ABSTRAK
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MEROKOK DENGAN PENINGKATAN ANGKA KEJADIAN PNEUMONIA DI RUANG MAWAR RSUD DR. R. KOESMA TUBAN
Oleh : Achmad Almufroni
Pneumonia merupakan peradangan parenkim paru yang disebabkan oleh mikroorganisme, bakteri, virus, jamur, parasit. Di Indonesia, pneumonia merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit kardiovaskuler dan tubercolosis. Faktor sosial ekonomi yang rendah mempertinggi angka kematian. Berdasarkan data dari Rekam Medik RSUD dr. R. Koesma Tuban penderita pneumonia di Ruang Mawar dari tahun 2015 ke tahun 2016 mengalami peningkatan sebanyak 99 pasien. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang lebih rentan terkena pneumonia diantaranya adalah merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara perilaku merokok dengan peningkatan angka kejadian pneumoia di ruang Mawar RSUD dr. R. Koesma Tuban.
Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah sebagian pasien yang dirawat di Ruang Mawar RSUD dr. R. Koesma tuban rata-rata satu bulan sebanya 99 pasien. Besar sampel yang digunakan sebanyak 79 pasien yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner dengan cara analisis data menggunakan uji Chi-Square.
Hasil penelitian diperoleh sebanyak 34 orang (43%)berkatagori tidak merokok, 33 orang (42%) perokok ringan, dan 12 orang (15%) perokok sedang. Tidak ada responden yang berkatagori perokok berat dan sangat berat. Untuk kejadian pneumonia sebanyak 30 orang (38%) tidak pneumonia dan 49 orang (62%) pneumonia. Dengan nilai signifikan sebesar 0,000 yang berarti terdapat hubungan antara perilaku merokok dengan peningkatan angka kejadian pneumonia.
Salah satu upaya pencegahan agar seseorang tidak terkena pneumonia adalah dengan tidak merokok. Merokok merupakan kebiasaan yang sulit dihilangkan dan masih diperlukan sosialisasidari pihak terkait tentang bahaya merokok sehingga angka kejadian pneumonia dapat berkurang.
Kata Kunci : Perilaku Merokok, Pneumonia
Tidak tersedia versi lain