Text
Asuhan Keperawatan Hiperbilirubenemia Pada Neonatus Dengan Resiko Kekurangan Volume Cairan Di Ruang Neonatus RSUD Dr. R. Koesma Tuban
ABSTRAK
ASUHAN KEPERAWATAN HIPERBILIRUBINEMIA PADA NEONATUS DENGAN RESIKO KEKURANGAN VOLUME CAIRAN DI RUANG NEONATUS RSUD DR. R KOESMA TUBAN
Oleh :
BASITH AMRI JUNDULLAH
Hiperbilirubin adalah suatu keadaan kadar bilirubin serum total yang lebih dari 10 mg% pada minggu pertama yang di tandai dengan ikterus pada kulit, sklera dan organ lain, keadaan ini mempunyai potensi menimbulkan kern ikterus (Ridha, 2014). Berdasarkan data rekam medis RSUD dr. R Koesma Tuban kasus hiperbilirubin pada neonatus diruang neonatus menunjukkan bahwa penderita hiperbilirubin pada neonatus diruang neonatus RSUD Dr. R Koesma Tuban rata-rata dari tahun 2013-2015 yaitu 1,6% per tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan hiperbilirubin pada neonatus dengan resiko kekurangan volume cairan diruang Neonatus RSUD Dr. R. Koesma Tuban.
Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subyek penelitian yang digunakan adalah dua neonatus dengan diagnosis medis hiperbilirubin dan diagnosis keperawatan resiko kekurangan volume cairan.
Hasil studi kasus menunjukkan setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam pada kedua klien dapat menunjukkan perkembangan yang bertahap karena resiko kekurangan volume cairan klien dapat diatasi sehingga kadar bilirubin dapat berkurang dengan implementasi yang tepat.
Dengan pemberian asuhan keperawatan pada kedua klien didapatkan hasil yang sudah maksimal, kedua klien mampu menurunkan kadar bilirubin setelah fototerapi selama 3 hari. Selain itu diharapkan perawat lebih meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang optimal dan pada hiperbilirubin pada neonatus dengan resiko kekurangan volume cairan.
Kata kunci : Asuhan keperawatan pada neonatus, Hiperbilirubin, Resiko kekurangan volume cairan
Tidak tersedia versi lain