Text
Persepsi Akseptor KB Suntik Yang Mengalami Spotting (Bercak Darah) Di Desa Bejagung Wilayah Kerja Puskesmas Semanding Tuban 2008
ABSTRAK
PERSEPSI AKSEPTOR KB SUNTIK YANG MENGALAMI SPOTTING (BERCAK DARAH) DI DESA BEJAGUNG WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEMANDING KABUPATEN TUBAN TAHUN 2008
OLEH : MOHAMMAD NOVIAR JAYANEGARA
Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan baik bersifat sementara, dan pula bersifat permanen (Sarwono, 2002). Dalam setiap kontrasepsepsi pasti efek samping yang dibuat, salah satunya adalah adanya bercak darah (spotting) yang dialami akseptor KB kususnya suntik, sehingga dapat mempengaruhi persepsi akseptor.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi akseptor KB suntik yang mengalami bercak darah (spotting) di desa Bejagung wilayah kerja Puskesmas Semanding Kab. Tuban. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan metode " cross sectional " dengan jumlah populasi dan sample sebanyak 50 responden/ akseptor KB suntik. Instrumen data yang di pakai mengumpulkan data kuesioner. Cara pengolahan data dengan teknik crosstabs presentase.
Kesimpulan hasil penelitian ini menurut karakteristik akseptor berdasarkan umur sebagian besar berumur 26-35 tahun sejumlah 52% dan berdasarkan pendidikan sebagian besar berpendidikan SMA sejumlah 50% serta berdasarkan perkerjaan sebagian besar tidak bekerja sejumlah 66%. Persepsi negatif pada akseptor KB suntik berdasarkan umur sebagian besar berumur 26-35 tahun (50%), berdasarkan pendidikan adalah berpendidikan SMA (50%), sedangkan berdasarkan perkerjaan sebagian besar atau mayoritas tidak bekerja (66%). Oleh karena itu akseptor KB suntik mengalami persepsi kurang saat terjadi/mengalami spotting (bercak darah).
Diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan seperti bentuk penyuluhan pada akseptor KB suntik agar persepsi akseptor KB suntik lebih baik
Kata Kunci: Persepsi, akseptor KB suntik, Spotting (bercak darah)
Tidak tersedia versi lain