Text
Asuhan Keperawatan Klien Stroke Dengan Hambatan Mobilitas Fisik Pada Lanjut Usia Di Desa Kembangbilo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban
ABSTRAK
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN STROKE DENGAN HAMBATAN MOBILITAS FISIK PADA LANJUT USIA DI DESA KEMBANGBILO KECAMATAN TUBAN KABUPATEN TUBAN
Oleh : Intan Ayu Ichsani Putri
Lanjut usia merupakan suatu proses alami. Semua orang akan mengalami proses menjadi tua dan masa tua merupakan masa hidup manusia yang terakhir (Azizah, 2011). Jika pada masa lanjut usia menunjukkan tanda-tanda seperti , wajah seringkali kemerahan, napas mengorok, denyut nadi menjadi kuat dan lambat bahkan bisa tidak sadar (koma) selama beberapa jam atau berhari-hari maka lansia tersebut kemungkinan mengalami stroke (Tilong, 2012). Masalah yang lazim muncul pada lanjut usia yang menderita stroke antara lain hambatan mobilitas fisik, kerusakan komunikasi verbal/tertulis, perubahan persepsi-sensori, perubahan perfusi jaringan serebral, gangguan eliminasi urine dan alvi, kurang perawatan diri, risiko ketidakseimbangan nutrisi, risiko tinggi cidera dan risiko tinggi kerusakan integritas kulit (Muttaqin, 2011). Data yang diperoleh dari Polindes Kembangbilo pada tahun 2014 terdapat 6 lanjut usia yang menderita stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan klien stroke dengan hambatan mobilitas fisik pada lanjut usia di Desa Kembangbilo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban.
Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus yang berupa asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subyek penelitian yang digunakan adalah dua lansia dengan diagnosis medis stroke dan diagnosis keperawatan hambatan mobilitas fisik.
Dari hasil penelitian terdapat diagnosis keperawatan yang sama yaitu hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan hemiparese, kelemahan neuromuskular. Perencanaan tindakan pada klien satu dan klien dua sama, karena kedua klien sama-sama mengalami hambatan mobilitas fisik, dengan keluhan kelemahan pada ekstremitas.
Semakin besar hambatan mobilitas fisik, semakin besar pula kemungkinan timbul masalah fisiologis, sehingga dengan pemberian asuhan keperawatan klien stroke dengan hambatan mobilitas fisik pada lanjut usia diharapkan tidak terjadi penurunan kondisi fisiologis yang mencakup penurunan rentang pergerakan sendi, kekuatan dan ketahanan otot, gangguan kardiovaskuler, keseimbangan metabolik, ulkus iskemik, penurunan fungsi perkemihan, penurunan fungsi pencernaan, dan gangguan pernapasan.
Kata kunci : stroke, hambatan mobilitas fisik, lanjut usia
Tidak tersedia versi lain