Text
Asuhan Keperawatan Pada Klien Autisme Dengan Hambatan Interaksi Sosial Di SSLB
ABSTRAK
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN AUTISME DENGAN HAMBATAN INTERAKSI SOSIAL DI SDLB NEGERI No. 51 TUBAN
Oleh : MUHAMMAD ARIF BUDIMAN
Autis memerupakan sejenis psikosa fungsional pada anak dengan gejala utama otisme, kegagalan cinta kasih terhadap ibu, preokupasi dengan benda-benda mati, keinginan dan kesamaan pada lingkungan dan ganguan secara umum. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Suwanto mengatakan, di Jatim tahun 2009 terdapat 388 SLB dengan jumlah siswa 13.159 orang. Selain itu, terdapat 93 sekolah inklusi dengan siswa berkebutuhan khusus 1.476 anak dan 15% diantaranya adalah anaka utis. Menurut data dari SDLB NEGERI No. 51 Tuban di Kabupaten Tuban penderita autis pada tahun 2014, menyatakan bahwa diperkiran jumlah anak autis hanyasekitar 2 orang.
Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subyek penelitian yang digunakan dalam penelitian keperawatan adalah dua klien autisme dengan hambatan interaksi sosial di SDLB NEGERI No.51 tuban.
Berdasarkan analisa data diperoleh data kedua klien sulit untuk diajak berinteraksi. Sehingga ditentukan diagnosa keperawatan autisme dengan hambatan interaksi sosial. Hasil penelitian setelah dilakukan asuhan keperawatan pada kedua klien yaitu klien pertama dan kedua belum dapat mengatasi masalah semaksimal mungkin.
Dengan pemberian asuhan keperawatan perawat selalu memberi penyuluhan tentang penyakit yang diderita klien, dan memenuhi atau mengantisipasi kebutuhan klien hingga terbina pola komunikasi yang memuaskan.
Kata kunci : Asuhan Keperawatan, Autisme, Hambatan Interaksi Sosial.
Tidak tersedia versi lain