Text
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Orang Tua Dengan Kejadian Penumonia Pada Balita Di Desa Tambakboyo Wilayah Kerja Puskesmas Tambakboyo Kabupaten tuban 2010
ABSTRAK
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI DESA TAMBAKBOYO WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBAKBOYO KABUPATEN TUBAN 2010
Oleh: LIDIA WAHYU DWI R.
NIM. P27820507019
Pneumonia adalah suatu radang paru yang disebabkan oleh bermacam-macam etiologi seperti bakteri, virus, jamur, dan benda asing (Ngastiyah, 2005). Berdasarkan data dinas kesehatan tuban tahun 2009 diperoleh data pendertia pneumonia pada balita di Tambakboyo 428 penderita dari 3147 balita (13,6%), Plumpang 262 penderita dari 3356 balita (6,50%), Soko 250 penderita dari 3708 (6,74%), Senori 249 penderita dari 3356 balita (7,42%). Padahal target penderita pneumonia pada balita selama 1 tahun (tahun 2009) di dinkes Tuban adalah 10% dari jumlah balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian pneumonia pada balita (Dinkes Tuban, 2009).
Penelitian ini menggunakan desain penelitian Korelasional (hubungan/asosiasi), dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah seluruh orang tua yang mempunyai anak balita di desa Tambakboyo wilayah kerja puskesmas Tambakboyo, Kabupaten Tuban. Sebagai sample ditetapakan 132 responden sesuai dengan kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Cara mengolah data menggunakan uji Chi-Square(X2). dengan kemaknaan p<0,05, artinya jika signifikan p dibawah 0,05.
Hasil penelitian ini didapatkan karakteristik orang tua balita yang terdiri dari pendidikan orang tua balita terbanyak adalah lulusan dari SMA dengan presentase sebesar 35%, berdasarkan unmur orang tua balita sebagian besar 57% berusia 29-38 tahun. Dan karakteristik responden berdasarkan pekerjaan orang tua balita paling banyak 36% mempunyai pengetahuan kurang tentang pneumonia serta nilai signifikan 0,000 (sig.<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian pneumonia pada balita. Dengan demikian maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Tingkat pengetahuan orang tua yang kurang tentang pneumonia dapat mempengaruhi kejadian pneumonia pada balita, sehingga untuk orang tua yang berpengetahuan kurang hendaknya selalu mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang penyakit pneumonia pada balita agar pengetahuannya bertambah dan kejadian pneumonia pada balita dapat berkurang.
Kata Kunci : Tingkat pengetahuan, Kejadian Pneumonia, Pneumonia pada balita.
Tidak tersedia versi lain