65 tahun yang dirawat inap di ruang paru dengan diagnosa Tuberkulosis paru, didapatkan bahwa pada tahun 2011 terdapat 278 pasien dengan TB Paru, untuk tahun 2012 terdapat 144 pasien dan terjadi penurunan 31 % dari tahun 2011-2012. Pada tahun 2013 pada bulan Januari sampai Oktober terdapat 141 penderita dan terjadi penurunan hanya 1 % dari tahun 2012-2013. Studi kasus ini bertujuan untuk mempelajari dan memahami secara mendalam mengenai asuhan keperawatan pada pasien tuberkulosis paru di ruang mawar RSUD dr. R. Koesma. Studi kasus ini menggunakan metode pendekatan Asuhan Keperawatan. Unit analisis berjumlah dua pasien TB Paru di ruang mawar RSUD dr. R. Koesma. Metode pengambilan data dengan wawancara dan observasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan format Asuhan Keperawatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Prodi Keperawatan D III Kampus Tuban dan analisa data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan munculnya beberapa diagnosa keperawatan yang sesuai dengan teori yaitu pada diagnosa keperawatan TB Paru: bersihan jalan nafas tidak efektif, nutrisi, gangguan pemenuhan istirahat tidur, kurang pengetahuan. Dengan diketahui tanda dan gejala tuberkulosis seperti batuk lebih kurang 3-4 minggu, penurunan beratbadan, sesak napas, dahak berwarna kuning kehijauan, nyeri dada, keringat dingin dimalam hari maka segera memeriksakan pelayanan kesehatan untuk menghindari keadaan fatal dan komplikasi bagi penderita. Selain pendidikan kesehatan penting untuk diberikan pada pasien serta keluarga untuk menghindari komplikasi dan penyebaran penyakit. Kata Kunci : Asuhan keperwatan, pasien tuberkulosis paru" />