Text
Gambaran kebiasaan mencuci tangan dan memotong kuku pada ibu dalam upaya pencengahan terjadinya diare pada balita kuku
Penyakit diare merupakan penyakit kedua terbanyak di seluruh dunia setelah infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dan masih merupakan salah satu penyakit utama pada bayi dan anak di Indonesia serta termasuk urutan ke 5 dari 10 penyakit terbesar di Indonesia tahun 1999 sebesar 5 per 1000 penduduk. Hal yang menyebabkan mudah terserang penyakit diare pada balita adalah perilaku hidup masyarakat yang kurang baik dan sanitasi lingkungan yang buruk. Tujuan penelitian ini mengetahui kebiasaan mencuci tangan dan memotong kuku pada ibu, dalam upaya mencegah terjadinya diare pada balita di Posyandu RW 05 Krembangan Surabaya.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini yaitu semua Ibu yang mempunyai balita di Posyandu RW 05 Krembangan Surabaya, sebanyak 20 orang. Instrumen untuk pengambilan data adalah dengan menggunakan kuesioner.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa sebanyak 11 orang (55%) cara mencuci tangannya kurang, 8 orang (40%) frekuensi mencuci tangan sebelum melakukan aktvitas kurang, 6 orang (30%) frekuensi setelah melakukan aktivitas kurang dan 2 orang (10%) cara mencuci tangan baik, 6 orang (30%) frekuensi sebelum melakukan aktivitas baik, 8 orang (40%) frekuensi setelah melakukan aktivitas baik. Kebiasaan memotong kuku didapatkan sebanyak 7 orang (35%) cara memotong kukunya kurang, 6 orang (30%) frekuensi memotong kuku 2 kali dalam seminggu kurang.
Diharapkan bagi ibu yang mempunyai balita, hendaknya para ibu senantiasa membiasakan diri dengan pola hidup bersih dan sehat dimulai dari mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan apapun terutama pada saat merawat balitanya dan membiasakan diri secara rutin untuk memotong kuku 2 kali dalam seminggu.
Tidak tersedia versi lain