Text
Sikap remaja dalam menghadapi masa pubertas di tinjau dari pola asuh orang tua di RT 07 RW 05 Krembangan Jaya Utara
Pola asuh berarti orang tua mendidik, membimbing dan mendisiplinkan serta melindungi anak untuk mencapai kedewasaan sesuai dengan norma yang ada di masyarakat. Masa pubertas merupakan periode tergugahnya kepribadian anak, muncul minat subyektif ke dalam diri sendiri yang sangat besar. Pada masa pubertas perilaku anak remaja cenderung ke dalam hal-hal yang negatif. Salah satu penyebab dari sikap remaja yang tidak bisa menerima masa pubertas adalah pola asuh orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sikap remaja dalam menghadapi masa pubertas ditinjau dari pola asuh orang tua.
Penelitian dilakukan di RT 07 RW 05 Kremabangan Jaya Utara Surabaya pada bulan April-Mei 2013. Desain Penelitian adalah Deskriptif. Variabel yang diteliti yaitu sikap remaja dalam menghadapi masa pubertas dan pola asuh orang tua. Populasinya adalah semua remaja yang berusia 14-17 tahun, besar sampel 20 orang. Teknik pengambilan sampel dengan keseluruhan (total sampling) dan selanjutnya hasil pengolahan data dikategorikan berdasarkan skala likert yaitu menerima dan menolak, sedangkan berdasarkan pola asuh yaitu pola asuh demokratis, pola asuh otoriter, pola asuh permisif, pola asuh penelantar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden berjumlah 20 responden menunjukkan bahwa mayoritas orang tua menerapkan 13 orang, dimana sikap remaja menunjukkan menerima sebanyak 8 orang dan menolak sebanyak 5 orang. Sedangkan yang mempunyai pola asuh otoriter sebanyak 6 orang, dimana sikap remaja menunjukkan menerima sebanyak 5 orang dan menolak sebanyak 1 orang. Pola asuh permisif sebanyak 1 orang, dimana sikap remaja menunjukkan menerima sebanyak 1 orang.
Dari hasil penelitian ini diharapkan orang tua dapat memilih pola asuh yang baik untuk diterapkan kepada remaja karena pola asuh orang tua dapat mempengaruhi sikap remaja dalam menghadapi masa pubertas. Dalam penelitian ini pola asuh demokratis lebih banyak diterapkan oleh orang tua dibandingkan pola asuh yang lainnya. Karena pola asuh demokratis orang tua menghargai kemampuan remaja.
Tidak tersedia versi lain