Text
Studi tentang kebersihan diri pada anak ditinjau dari perilaku hidup bersih dan sehat di SDN Kemayoran 1 Surabaya
Personal hygiene merupakan upaya individu dalam memelihara kebersihan diri sehari-hari. Prinsip Kebersihan diri meliputi kebersihan rambut, gigi, telinga, hidung, tangan, kuku, kulit dan baju. Usia sekolah merupakan masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehingga berpotensi sebagai agen perubahan untuk membiasakan PHBS. Oleh karena itu PHBS (Perilaku hidup bersih dan sehat) perlu ditanamkan sejak dini karena dapat berdampak pada dewasanya nanti. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui kebersihan diri pada anak di SDN Kemayoran 1 Surabaya.
Metode penelitian ini adalah deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama membuat gambaran atau mendiskripsikan tentang suatu keadaan secara objektif dan populasinya adalah semua anak kelas 1,2,3 SDN Kemayoran 1 Surabaya. Sampel yang diambil adalah Siswa kelas 1,2,3 SDN Kemayoran 1 Surabaya sebanyak 45 responden, yang diambil secara acak atau random sampling. Variabel yang diteliti adalah Studi tentang kebersihan diri pada anak ditinjau dari perilaku hidup bersih dan sehat di SDN Kemayoran 1 Surabaya. Metode pengumpulan data adalah pemeriksaan fisik.
Hasil penelitian menunjukkan kebersihan diri pada anak 13 anak (22.2%) memiliki kebersihan diri baik, 22 anak (49%) memiliki kebersihan diri cukup dan 13 anak (28,8%) memiliki kebersihan diri kurang. Anak yang memiliki kebersihan diri kurang sangat rentan terhadap penyakit, jika anak sakit maka kegiatan belajar menjadi terganggu dapat berakibat pada menurunya prestasi disekolah. Peran serta pendidik dan orang tua dalam memberikan pendidikan tenang PHBS sangat dibutuhkan pada anak usia sekolah ini karena perilaku hidup bersih dan sehat harus dibiasakan sejak kecil karena dapat berdampak pada dewasanya nanti.
Tidak tersedia versi lain