Text
Asuhan Keperawatan Dengan Masalah Keperawatan Hipertermi Pada Klien Demam Tifoid Di Ruang Sofa-Marwah Rumah Sakit Islam Surabaya
Demam tifoid merupakan penyakit infeksi usus halus yang disebabkan oleh kuman Salmonella thypi atau Salmonella parathypi A, B dan C. Hipertermi adalah peningkatan suhu tubuh diatas kisaran normal antara 36-370C. Terjadinya hipertermi pada penderita demam tifoid disebabkan oleh adanya reaksi kuman Salmonella thypii. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan memahami secara mendalam mengenai asuhan keperawatan dengan masalah hipertermi pada klien demam tifoid.
Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Unit analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah klien berjumlah dua orang berusia 18-60 tahun dengan masalah hipertermi pada demam tifoid di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Surabaya.
Hasil penelitian diperoleh dari memberikan asuhan keperawatan dengan masalah hipertermi pada klien demam tifoid di ruang Shofa-Marwah Rumah Sakit Islam Surabaya.
Berdasarkan pembahasan diperoleh kesimpulan, tahap pengkajian pada kedua kasus didapatkan klien dengan suhu tubuh diatas rentang normal (36,5-370C), kulit klien teraba hangat, keadaan umum klien lemah. Diagnosa keperawatan yang diambil adalah hipertermi berhubungan dengan proses infeksi. Intervensi yang selama ini ada dalam teori mampu mengatasi masalah demam tifoid pada kasus nyata di rumah sakit. Pelaksanaan dilakukan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Evaluasi dilakukan selama 3x24 jam pada kedua kasus untuk mengatasi masalah hipertermi. Saran yang diberikan, melalui studi kasus dapat mengupayakan pengobatan klien di rumah sakit secara optimal dan waktu yang efektif.
Tidak tersedia versi lain