Text
Asuhan Keperwawatan Dengan Masalah Gangguan Rasa Nyaman (Nyeri) Pada Klien Kaki Diabetik Di Ruang Bougenvile RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya
Kaki diabetik merupakan penyakit komplikasi dari diabetes mellitus yang disebabkan karena neuropati perifer yang banyak dijumpai di daerah tropis maupun subtropis termasuk Indonesia. Pada sebagian besar kasus, penyakit ini kebanyakan terjadi pada kelompok usia dewasa ( > 40 tahun). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan memahani secara mendalam mengenai asuhan keperawatan dengan masalah gangguan rasa nyaman (nyeri) pada klien kaki daibetik di Ruang Bougenvile RSUD DR.M.Soewandhie Surabaya.
Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan dengan mengambil satu kasus yakni klien dengan kaki diabetik. Sampelnya adalah dua orang dewasa dengan masalah kaki diabetik dengan pasien yang baru mengalami kaki daibetik di Ruang Bougenvile RSUD. Dr. M.Soewandhie Surabaya. Metode pengambilan data adalah dengan melakukan wawancara kepada klien, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Instrumen pengumpulan data menggunakan format asuhan keperawatan sesuai ketentuan yang berlaku di Prodi Keperawatan Kampus Soetomo Surabaya. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 17 April sampai 2 Mei 2014.
Berdasarkan analisa pembahasan hasil, tahap pengkajian didapatkan bahwa kedua klien mengalami keluhan utama dengan nyeri pada bagian ekstrimitas bawah. Nyeri terjadi saat dilakukan perawatan luka kaki diabetik dan digerakkan. Diagnosa pada kasus 1 dan kasus 2 adalah gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan iskemik jaringan. Perencanaan didapatkan bahwa intervensi yang slama ini adalam teori mampu mengatasi masalah nyeri pada kasus nyata (kaki diabetik) di rumah sakit. Pelaksanaan dilakukan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun dan pada evaluasi masalah nyeri didapatkan bahwa kasus 1 masalah teratasi dalam waktu 4 x 24 jam setelah klien mengalami perawatan di rumah sakit dengan skala nyeri 3. Sedangkan pada kasus masalah tersebut teratasi dalam waktu 5 x 24 jam setelah klien menjalani rawat inap di rumah sakit dengan skala nyeri 5.
Diaharapkan bagi tenaga kesehatan setempat untuk terus meningkatkan HE (Healt Education) terhadap klien dan keluarga mengenai kaki diabetik, klien dan keluarga menjadi lebih kooperatif terhadap terapi dan perawatan yang diberikan serta dapat mencegah kaki diabetik semakin parah diruang Bougenvile RSUD dr.M. Soewandhie Surabaya
Tidak tersedia versi lain