Text
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Masalah Gangguan Manajemen Pemeliharaan Rumah Pada Penderita Tuberkulosis Paru Di Wilayah Puskesmas
Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mikrobakterium Tuberkulosis. Penyakit ini ditularkan melalui udara yang sudah terinfeksi bakteri TB. Pada negara berkembang jumlah penduduk yang tinggal sangat banyak sehingga banyak sekali terdapat perkampungan kumuh. Sampai saat ini penyakit TB masih mengancam kesehatan masyarakat di dunia terutama di negara yang berkembang, karena penyebarannya yang sangat mudah ini dan tidak diimbangi oleh pengetahuan yang cukup tentang tuberkulosis paru sehingga menyebabkan penderita TB paru semakin hari semakin bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan memahami secara mendalam mengenai “Asuhan Keperawatan Keluarga dengan masalah gangguan manajemen pemeliharaan rumah di wilayah kerja puskesamas jagir surabaya”.
Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan Keluarga dengan mengambil dua kasus sebagai unit analis. Unit analisis adalah keluarga dengan Tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Jagir. Metode pengambilan data adalah dengan wawancara dan pemeriksaan fisik. Instrumen pengumpulan data menggunakan format Asuhan Keperawatan Keluarga yang sesuai ketentuan yang berlaku di Prodi Keperawatan Kampus Soetomo Surabaya. Analisa data secara dekskriptif.
Berdasarkan analisa data di peroleh kesimpulan pengkajian pada kasus 1 dan 2 keluarga tidak dapat memelihara lingkungan yang sehat, sehingga pada diagnosa keperawatan kasus 1 dan kasus 2 adalah gangguan manajemen pemeliharaan rumah pada penderita TB paru yang telah disesuaikan dengan keluarga, perencanaan dan pelaksanaan pada kasus 1 dan kasus 2 adalah memberikan penyuluhan tentang rumah yang baik untuk mencegah penularan TB paru, mengajarkan keluarga untuk selalu membuka jendela di siang hari, menganjurkan keluarga untuk selalu menjaga kebersihan rumahnya. Evaluasi dilakukan secara langsung baik formatif maupun sumatif pada saat setelah melakukan penyuluhan.
Diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan pencegahan dan penjaringan yang lebih ketat terhadap penderita TB yang belum terdeteksi di wilayah setempat supaya penderita TB mendapat pengobatan yang tepat. Mengingat tingginya angka penderita TB di Jawa Timur khususnya di Surabaya.
Tidak tersedia versi lain